Perbedaan Utama Antara Pekerjaan di Offshore dan Onshore

Perbedaan Utama Antara Pekerjaan di Offshore dan Onshore

Dalam era dinamika industri saat ini, pekerjaan di lingkungan offshore dan onshore menjadi sorotan utama. Baik itu operasi di atas lautan atau di daratan, setiap lingkungan kerja membawa tantangan dan persyaratan operasional yang unik. 

Artikel ini akan menjelajahi perbedaan kunci antara pekerjaan offshore dan onshore, khususnya dalam hal logistik, keamanan, dan keselamatan. Dengan memahami dinamika ini, kita dapat menggali esensi dari strategi operasional yang efektif dan pendekatan keselamatan yang berlaku di masing-masing konteks. 

Pengertian offshore dan onshore 

Pekerjaan di lingkungan offshore dan onshore mencerminkan perbedaan signifikan dalam konteks perusahaan. Operasi offshore umumnya terkait dengan eksploitasi sumber daya di lepas pantai, terutama di sektor minyak dan gas. 

Perusahaan energi offshore seringkali mengelola platform minyak dan gas yang terletak di atas laut, melibatkan teknologi tinggi dan tim terlatih khusus yang bekerja di lingkungan laut yang dinamis. Tantangan utama mereka termasuk pengelolaan risiko laut, transportasi khusus melalui kapal atau helikopter, dan pemeliharaan infrastruktur yang terpapar dengan kondisi cuaca ekstrem.

Di sisi lain, perusahaan onshore berfokus pada kegiatan di daratan atau wilayah darat. Ini mencakup berbagai sektor seperti manufaktur, pertambangan, dan pembangkit listrik darat. Perusahaan onshore memanfaatkan infrastruktur darat yang lebih mudah diakses dan transportasi yang lebih terintegrasi. 

Meskipun mereka mungkin tidak menghadapi tantangan lingkungan laut, mereka tetap dihadapkan pada logistik daratan, perizinan, dan manajemen lingkungan yang berkaitan dengan kegiatan operasional di daratan. Dengan demikian, perusahaan offshore dan onshore memiliki dinamika operasional yang unik, masing-masing memerlukan pendekatan manajemen yang khusus sesuai dengan tantangan yang ada di lokasi geografis mereka.

Baca juga : Apa Itu BOSIET OPITO dan Mengapa Penting Bagi Pekerja Offshore

Perbedaan antara offshore dan onshore 

  • Lokasi Pekerjaan¬†

Lokasi kerja antara pekerjaan offshore dan onshore menunjukkan perbedaan signifikan dalam konteks geografis dan lingkungan. Pekerjaan offshore berlangsung di lepas pantai, seringkali di atas laut, seperti pada platform minyak dan gas. Pekerja di lingkungan offshore berhadapan dengan tantangan unik, termasuk kondisi air laut yang berubah-ubah, cuaca buruk, dan infrastruktur khusus yang diperlukan untuk mendukung kegiatan di tengah laut. Selain itu, transportasi menuju dan dari lokasi offshore melibatkan penggunaan kapal atau helikopter, menambahkan tingkat kompleksitas logistik.

Di sisi lain, pekerjaan onshore terkait dengan kegiatan di daratan atau wilayah darat. Ini bisa mencakup pabrik, pertambangan, atau pembangkit listrik darat. Lingkungan kerja onshore lebih terkait dengan karakteristik daratan, dan akses ke lokasi kerja dapat dicapai melalui berbagai metode transportasi darat yang lebih konvensional. Meskipun tidak memiliki tantangan lingkungan laut, pekerja onshore mungkin dihadapkan pada masalah seperti regulasi lingkungan, manajemen lahan, dan infrastruktur daratan.

Perbedaan ini juga mencakup aspek keamanan dan keselamatan kerja, di mana pekerja offshore perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti evakuasi laut dan penanganan darurat di lingkungan laut, sementara pekerja onshore lebih fokus pada prosedur keselamatan yang relevan dengan keadaan darat. Dengan demikian, lokasi kerja menjadi faktor kritis yang memengaruhi dinamika operasional dan tantangan yang dihadapi oleh pekerja dalam pekerjaan offshore dan onshore.

Baca juga : Panduan Selamat Saat Kapal Kandas: Tindakan Darurat yang Harus Anda Ketahui

  • Lingkungan Kerja

Perbedaan lingkungan kerja antara pekerjaan offshore dan onshore mencerminkan perbedaan signifikan dalam kondisi lingkungan yang mempengaruhi operasional sehari-hari. Lingkungan kerja offshore, yang terletak di lepas pantai di atas laut, menantang pekerja dengan dinamika lingkungan laut yang berubah, termasuk gelombang, cuaca buruk, dan pasang-surut. 

Pekerja offshore juga menghadapi transportasi yang unik, bergantung pada kapal dan helikopter untuk mencapai lokasi kerja, dan harus terlatih dalam prosedur evakuasi laut yang kompleks. Selain itu, infrastruktur khusus diperlukan untuk mendukung kehidupan dan operasi di tengah laut.

Di sisi lain, lingkungan kerja onshore terletak di daratan atau wilayah darat, melibatkan kondisi tanah, iklim daratan, dan vegetasi. Pekerja onshore dapat mengakses lokasi kerja dengan lebih mudah melalui transportasi darat konvensional dan mendapat manfaat dari infrastruktur yang lebih terintegrasi. 

Mereka mungkin menghadapi tantangan seperti manajemen lahan, regulasi lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam di daratan. Keselamatan kerja di lingkungan onshore melibatkan pertimbangan yang berbeda, seperti prosedur keselamatan yang berkaitan dengan operasi daratan dan kebijakan perlindungan lingkungan.

Dengan demikian, perbedaan lingkungan kerja antara offshore dan onshore bukan hanya mencakup aspek fisik tetapi juga mempengaruhi kebijakan keselamatan, pelatihan pekerja, dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung operasional masing-masing konteks.

  • Transportasi

Perbedaan dalam aspek transportasi antara pekerjaan offshore dan onshore mencerminkan perbedaan esensial dalam logistik dan aksesibilitas lokasi kerja. Pekerja offshore, yang menjalankan operasi di lepas pantai, tergantung pada transportasi laut dan udara untuk mencapai platform lepas pantai. Kapal dijadikan sarana utama untuk mengangkut personel, peralatan, dan pasokan ke lokasi tersebut. 

Selain itu, helikopter sering digunakan untuk perjalanan cepat, terutama dalam kasus perjalanan jarak jauh atau keadaan darurat. Logistik offshore memerlukan perencanaan yang cermat dan koordinasi untuk memastikan kelancaran operasi, karena ketergantungan pada transportasi laut dan udara menambah tingkat kompleksitas dalam pengelolaan proyek.

Di sisi lain, pekerjaan onshore menawarkan aksesibilitas yang lebih langsung melalui transportasi darat. Pekerja onshore dapat mencapai lokasi kerja dengan menggunakan kendaraan pribadi, truk, atau bahkan transportasi umum, tergantung pada jenis industri dan infrastruktur yang tersedia. Infrastruktur darat yang terintegrasi, seperti jaringan jalan dan rel kereta api, mendukung mobilitas personel dan pergerakan barang dengan lebih efisien. 

Meskipun masih ada tantangan terkait transportasi di daratan, seperti kemacetan lalu lintas atau kondisi jalan, logistik onshore cenderung lebih terpusat pada metode transportasi konvensional dan kurang memerlukan tingkat kompleksitas yang sama dengan operasi offshore. Dengan demikian, perbedaan transportasi ini mencirikan karakteristik unik dari masing-masing lingkungan kerja.

Baca juga : Peran Auditor K3 Migas dalam Memastikan Keselamatan di Lapangan

  • Logistik

Perbedaan logistik antara pekerjaan offshore dan onshore mencerminkan dinamika unik yang dimiliki oleh masing-masing lingkungan operasional. Pekerjaan offshore, yang terletak di lepas pantai, menuntut strategi logistik yang sangat disesuaikan dengan tantangan transportasi. 

Logistik offshore mencakup penggunaan transportasi khusus seperti kapal dan helikopter untuk memindahkan personil, peralatan, dan pasokan antara daratan dan platform lepas pantai. Pengelolaan stok dan persediaan di platform tersebut juga menjadi fokus penting, mengingat akses terbatas dan dampak lingkungan laut terhadap penyimpanan barang. 

Koordinasi logistik di lingkungan offshore memerlukan perencanaan yang cermat dan manajemen yang efisien guna memastikan kelancaran operasi di tengah tantangan unik yang melibatkan faktor cuaca dan lingkungan laut.

Di sisi lain, logistik onshore memanfaatkan infrastruktur darat yang lebih luas dan terintegrasi. Transportasi darat konvensional seperti truk dan kereta api menjadi metode utama untuk mengakses dan menggerakkan barang antara lokasi kerja. Fasilitas penyimpanan dan distribusi di daratan dapat diatur dengan lebih efisien, memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam manajemen stok dan persediaan. 

Logistik onshore umumnya lebih terfokus pada manajemen rantai pasok yang terintegrasi dengan infrastruktur darat yang mapan. Dengan demikian, perbedaan dalam logistik antara pekerjaan offshore dan onshore mencerminkan kompleksitas yang terkait dengan aksesibilitas lokasi, transportasi khusus, dan manajemen persediaan yang unik bagi setiap konteks operasional.

  • Keamanan dan Keselamatan

Perbedaan keamanan dan keselamatan antara pekerjaan offshore dan onshore mencerminkan dinamika unik yang diperlukan oleh setiap lingkungan operasional. Pekerjaan offshore, terutama di platform lepas pantai, menghadapi tantangan tambahan terkait dengan keamanan dan keselamatan kerja. 

Pekerja harus mempertimbangkan prosedur evakuasi laut, karena adanya potensi risiko dari keadaan laut yang dinamis dan jarak yang signifikan antara platform dan daratan. Pelatihan khusus untuk evakuasi laut dan penanganan darurat di lingkungan laut menjadi bagian integral dari kebijakan keselamatan di pekerjaan offshore.

Di sisi lain, pekerjaan onshore menuntut perhatian pada aspek keamanan dan keselamatan yang terkait dengan lingkungan daratan. Hal ini mencakup penanganan bahan kimia, perlindungan lingkungan, dan keselamatan operasional di fasilitas seperti pabrik atau tambang. 

Pekerja onshore mungkin menghadapi risiko yang berbeda, seperti kecelakaan lalu lintas, kebakaran, atau potensi paparan zat berbahaya. Oleh karena itu, pelatihan keselamatan kerja yang fokus pada kondisi darat, termasuk prosedur evakuasi darat dan tanggap darurat di infrastruktur terestrial, menjadi prioritas.

Dalam kedua kasus, penerapan budaya keselamatan yang kuat dan pelibatan aktif dari semua pekerja adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, terlepas dari apakah mereka beroperasi di lepas pantai atau di daratan.

Kesimpulan 

Pekerjaan offshore dan onshore menunjukkan perbedaan dalam logistik, keamanan, dan keselamatan. Lingkungan offshore menantang dengan transportasi laut dan udara khusus serta fokus pada evakuasi laut. Di sisi lain, pekerjaan onshore memanfaatkan transportasi darat dan menangani risiko daratan. Keselamatan di kedua lingkungan memerlukan pelatihan yang sesuai dengan risiko spesifik, dan budaya keselamatan yang kuat tetap menjadi faktor kunci di kedua lingkungan tersebut.

Capai puncak potensimu dalam industri energi dengan mengikuti program pelatihan Petrotraining kami. Persiapkan dirimu untuk sukses di pekerjaan offshore dan onshore.

5/5 - (1 vote)

Bagikan:

You must be logged in to post a comment.
Jakarta
Tamansari Hive Office 7th Floor Jl. D. I. Panjaitan Kav 2 RT 11 RW 12, Cipinang, Cempedak, Jatinegara, RT.11/RW.11, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13350
+628111798350
Jakarta
AMG Tower Lt. 17 B05 Jl. Raya dukuh menanggal 1A. Gayungan Surabaya jawa Timur 60234
+628111798354
Instagram
YouTube
Inquiry Welder SMAW Level I

×