10 Komponen Penting dalam Operasional Platform Offshore

10 Komponen Penting dalam Operasional Platform Offshore

Platform offshore merupakan infrastruktur yang digunakan untuk mengebor sumur minyak dan gas bawah laut serta untuk pengolahan dan produksi di laut lepas. Berikut adalah gambaran tentang struktur platform offshore:

Jenis Struktur

  1. Fixed Platform: Ini adalah struktur yang dibangun di dasar laut dan menonjol secara vertikal ke atas dari permukaan air. Fixed platform dapat berupa platform beton atau baja dan cocok untuk kedalaman air dangkal hingga menengah.
  2. Floating Platform: Floating platform didesain untuk mengapung di atas permukaan air dan digunakan di kedalaman air yang dalam. Ada beberapa jenis floating platform, termasuk:
    • Floating Production Storage and Offloading (FPSO): Merupakan kapal konversi yang dilengkapi dengan fasilitas produksi, penyimpanan, dan penyaluran minyak dan gas.
    • Floating Production System (FPS): Merupakan struktur yang menopang fasilitas produksi dan pengolahan minyak dan gas, tetapi tidak memiliki kemampuan penyimpanan.
  3. Semisubmersible Platform: Platform semisubmersible memiliki bagian bawah yang terendam di bawah air, sementara bagian atasnya tetap terapung di atas permukaan air. Struktur ini stabil di laut dalam dan dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Desain Struktur

Prinsip desain dan konstruksi struktur platform offshore mencakup berbagai faktor seperti kedalaman air, kondisi lingkungan laut, kekuatan angin, gelombang, dan beban operasional. Desain harus mempertimbangkan faktor-faktor ini untuk memastikan keamanan dan kehandalan struktur.

Material Struktur

Material yang digunakan dalam konstruksi platform offshore harus tahan terhadap korosi, tekanan hidrostatik, dan kekuatan gelombang laut. Beberapa material yang umum digunakan meliputi:

  • Baja: Baja adalah material yang paling umum digunakan dalam konstruksi platform offshore karena kekuatan, keandalan, dan kemampuannya untuk menahan korosi.
  • Beton: Beton sering digunakan untuk fixed platform di perairan dangkal.
  • Komposit: Material komposit digunakan dalam beberapa aplikasi offshore karena kekuatan, ke ringannya, dan resistensi korosinya.

Dengan memahami jenis struktur, prinsip desain, dan material yang digunakan dalam konstruksi platform offshore, kita dapat mengapresiasi kompleksitas dan tantangan teknis yang terlibat dalam membangun infrastruktur ini di laut lepas.

Baca juga : 6 Langkah Kunci dalam Pembangunan Platform Offshore

Sistem Produksi Minyak & Gas

Proses pengeboran dan operasi sumur produksi di platform offshore dimulai dengan pemboran sumur menggunakan rig pengeboran. Setelah sumur selesai dibor, sumur-produksi diperlengkapi dengan peralatan produksi seperti casing, tubing, dan sistem kontrol. Minyak dan gas alam kemudian dialirkan ke permukaan menggunakan sistem lift buatan manusia (artificial lift) atau reservoir pressure.

Fasilitas Produksi

Fasilitas produksi minyak dan gas di platform offshore mencakup beberapa komponen utama:

  • Separator: Memisahkan minyak, gas, dan air dari aliran produksi.
  • Heater: Menghangatkan minyak untuk mengurangi viskositas dan memfasilitasi pemisahan fase.
  • Compressor: Memampatkan gas alam untuk meningkatkan tekanan dan memfasilitasi transportasi.

Selain itu, fasilitas produksi juga mungkin dilengkapi dengan peralatan tambahan seperti desalter untuk menghilangkan garam dari minyak, dehydrator untuk menghilangkan air dari gas alam, dan skimmer untuk menghilangkan minyak dari air yang terakumulasi.

Sistem Transportasi

Sistem transportasi minyak dan gas dari platform offshore ke daratan melibatkan beberapa metode:

  • Pipa Bawah Laut: Minyak dan gas dialirkan melalui pipa bawah laut menuju fasilitas penerima di pantai atau ke instalasi pengolahan lainnya.
  • Tanker: Minyak dapat dipompa langsung ke tanker untuk transportasi ke fasilitas pengolahan atau pemasaran.
  • FPSO (Floating Production Storage and Offloading): Jika platform menggunakan FPSO, minyak disimpan di kapal ini dan kemudian ditransportasikan ke daratan untuk pengolahan lebih lanjut.

Setiap metode transportasi memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri, tergantung pada kedalaman air, lokasi, dan volume produksi. Dengan menggabungkan teknologi dan infrastruktur yang tepat, sistem produksi minyak dan gas di platform offshore dapat dioperasikan secara efisien dan aman.

Baca juga : 8 Tahapan Konstruksi dalam Pembangunan Platform Offshore

Sistem Utilities dan Pendukung

Sistem Tenaga Listrik

Sistem tenaga listrik di platform offshore biasanya menggunakan generator listrik yang ditenagai oleh mesin pembakaran internal (diesel atau gas) atau turbin gas. Energi listrik yang dihasilkan kemudian didistribusikan melalui jaringan kabel ke berbagai sistem dan peralatan di platform, termasuk fasilitas produksi, pengolahan, dan kebutuhan operasional lainnya.

Sistem Pengolahan Air

Sistem pengolahan air laut di platform offshore bertujuan untuk menyediakan air bersih untuk keperluan operasional dan kehidupan sehari-hari. Proses pengolahan air laut melibatkan desalinasi atau penyulingan air laut menggunakan teknologi seperti osmosis reverse atau pemanasan uap.

Sistem Pengendalian Kebakaran

Sistem pengendalian kebakaran di platform offshore sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran dan meminimalkan kerusakan. Ini meliputi pemasangan sistem deteksi kebakaran, pemadam kebakaran otomatis, sprinkler, sistem penyiram air, dan peralatan pemadam api portabel di lokasi strategis di seluruh platform.

Sistem Komunikasi dan Navigasi

Sistem komunikasi dan navigasi di platform offshore menyediakan saluran komunikasi yang penting antara platform dan pusat kontrol darat, serta antara personel di platform. Ini mencakup penggunaan radio, telepon satelit, dan sistem komunikasi digital. Sistem navigasi digunakan untuk memantau posisi dan pergerakan platform, dan dapat mencakup GPS, radar, sonar, dan peralatan navigasi lainnya.

Baca juga : 15 Sistem Pengamanan Wajib pada Platform Offshore: Menjamin Keselamatan dan Keandalan Operasional

Sistem Keamanan dan Keselamatan

Analisis Bahaya dan Operabilitas (HAZOP)

Proses HAZOP merupakan metode sistematis untuk mengidentifikasi potensi bahaya, kegagalan sistem, dan risiko operasional di platform offshore. Ini melibatkan tim multidisiplin yang melakukan analisis terhadap setiap elemen operasional secara terperinci untuk mengidentifikasi kemungkinan skenario kegagalan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.

Prosedur Keselamatan Kerja

Prosedur keselamatan kerja di platform offshore meliputi berbagai aspek, termasuk pencegahan kecelakaan, penggunaan peralatan keselamatan pribadi, prosedur evakuasi, pelatihan keselamatan, dan pemeriksaan rutin peralatan. Personel di platform offshore harus mematuhi prosedur keselamatan kerja ini untuk memastikan keamanan diri dan rekan kerja mereka.

Peralatan Keselamatan Kerja

Beberapa jenis peralatan keselamatan kerja yang umum digunakan di platform offshore termasuk:

  • Pelampung hidup (life jacket)
  • Sabuk pengaman (safety harness)
  • Helm keselamatan (safety helmet)
  • Alat pernapasan darurat (emergency breathing apparatus)
  • Alat pemadam api portabel (portable fire extinguisher)
  • Sistem penyelamatan dan evakuasi seperti perahu penyeberangan (lifeboat) dan jaring pengaman (safety net).

Sistem Tanggap Darurat

Sistem tanggap darurat di platform offshore dirancang untuk menangani berbagai situasi darurat seperti kebakaran, kecelakaan, kebocoran gas, atau evakuasi darurat. Ini mencakup pemasangan detektor kebakaran otomatis, sistem alarm, prosedur evakuasi, peralatan pemadam kebakaran, dan pelatihan darurat untuk personel.

Dengan menerapkan proses HAZOP, mematuhi prosedur keselamatan kerja, menggunakan peralatan keselamatan yang tepat, dan memiliki sistem tanggap darurat yang efektif, platform offshore dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan operasionalnya serta melindungi personel dari risiko dan bahaya potensial.

Baca juga : 12 Faktor Pertimbangan dalam Pemilihan Lokasi Platform Offshore

Manajemen Lingkungan

Pencegahan Pencemaran Laut

Langkah-langkah untuk mencegah pencemaran laut dari platform offshore meliputi:

  1. Penggunaan teknologi dan peralatan yang aman dan andal untuk menghindari kebocoran minyak dan gas.
  2. Penerapan prosedur pencegahan kebocoran yang ketat, termasuk pemeriksaan rutin dan pemeliharaan peralatan.
  3. Penggunaan sistem penangkapan dan penyaringan untuk menangkap dan mengolah limbah cair sebelum dibuang ke laut.
  4. Pelatihan personel tentang praktik pengelolaan limbah yang aman dan prosedur tanggap darurat dalam kasus kebocoran atau insiden pencemaran.

Pengelolaan Limbah

Pengelolaan limbah yang dihasilkan di platform offshore melibatkan beberapa langkah:

  1. Pemisahan limbah sesuai jenis (misalnya, limbah padat, cair, dan berbahaya).
  2. Pengolahan limbah cair melalui sistem pemisahan dan pemurnian sebelum dibuang ke laut.
  3. Pemilahan dan penanganan limbah padat sesuai dengan peraturan lingkungan yang berlaku, termasuk penerapan prinsip-prinsip daur ulang dan pengelolaan limbah berbahaya.
  4. Pemantauan dan pelaporan rutin terkait jumlah dan jenis limbah yang dihasilkan serta tindakan yang diambil untuk mengelola limbah tersebut dengan aman.

Monitoring Lingkungan

Program monitoring lingkungan di platform offshore melibatkan pemantauan berbagai parameter lingkungan seperti kualitas air laut, kualitas udara, suhu, arus laut, keberadaan spesies laut, dan lainnya. Ini dilakukan secara teratur untuk memastikan bahwa operasi platform offshore tidak berdampak negatif pada lingkungan sekitar. Data yang diperoleh dari program monitoring ini digunakan untuk mengevaluasi kinerja lingkungan platform, mengidentifikasi potensi masalah lingkungan, dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan untuk melindungi lingkungan laut dan kehidupan laut.

Baca juga : 12 Faktor Pertimbangan dalam Pemilihan Lokasi Platform Offshore

Pemeliharaan dan Perawatan

Program Pemeliharaan

Program pemeliharaan untuk platform offshore mencakup dua jenis utama pemeliharaan: preventif dan korektif.

  1. Pemeliharaan Preventif: Ini melibatkan jadwal rutin untuk pemeriksaan, pemeliharaan, dan perawatan peralatan dan sistem di platform. Tujuannya adalah untuk mencegah kegagalan peralatan dan mengidentifikasi masalah potensial sebelum menjadi masalah yang serius.
  2. Pemeliharaan Korektif: Ini adalah tindakan yang diambil ketika ada kegagalan atau kerusakan peralatan yang memerlukan perbaikan atau penggantian. Pemeliharaan korektif dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas keselamatan operasional.

Inspeksi dan Pengujian

Prosedur inspeksi dan pengujian di platform offshore dirancang untuk memastikan bahwa semua peralatan dan sistem berfungsi dengan baik dan aman. Ini melibatkan:

  1. Inspeksi Rutin: Pemeriksaan visual dan pengujian fungsi berbagai peralatan dan sistem secara teratur untuk mendeteksi masalah potensial.
  2. Pengujian Khusus: Pengujian lebih lanjut atau pengujian non-rutin yang dilakukan jika diperlukan untuk memverifikasi kinerja atau keandalan sistem tertentu.
  3. Pengujian Fungsional: Pengujian untuk memastikan bahwa peralatan atau sistem berfungsi sesuai dengan spesifikasi dan dapat beroperasi dengan benar dalam situasi darurat.

Manajemen Suku Cadang

Sistem manajemen suku cadang di platform offshore dirancang untuk memastikan ketersediaan suku cadang yang dibutuhkan untuk menjaga operasi berjalan lancar. Ini melibatkan:

  1. Identifikasi Kebutuhan: Menentukan suku cadang yang diperlukan untuk berbagai peralatan dan sistem di platform.
  2. Pengadaan: Mencari, membeli, dan menyimpan suku cadang sesuai dengan kebutuhan dan prioritas operasional.
  3. Pemeliharaan Inventaris: Melacak dan memelihara inventaris suku cadang untuk memastikan ketersediaan yang cukup dan mengganti suku cadang yang terpakai atau rusak.
  4. Pemantauan dan Pembaruan: Memantau kebutuhan suku cadang secara berkala dan memperbarui inventaris sesuai dengan perubahan dalam operasi dan peralatan.

Kepatuhan terhadap Regulasi

Regulasi dan standar yang harus dipatuhi oleh operator platform offshore bervariasi berdasarkan lokasi operasi platform dan yurisdiksi yang berlaku. Namun, beberapa regulasi umum yang biasanya diterapkan termasuk:

  1. Regulasi keselamatan kerja dan lingkungan yang dikeluarkan oleh badan pemerintah atau otoritas maritim.
  2. Standar industri seperti standar dari American Petroleum Institute (API) atau International Organization for Standardization (ISO).
  3. Peraturan lingkungan seperti yang ditetapkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) atau otoritas lingkungan setempat.

Izin dan Sertifikat

Operator platform offshore biasanya harus memperoleh berbagai izin dan sertifikat sebelum mereka diizinkan untuk memulai operasi. Ini mungkin termasuk:

  1. Izin lingkungan: Memastikan bahwa operasi platform tidak menyebabkan dampak negatif yang signifikan pada lingkungan laut.
  2. Sertifikasi keselamatan: Memverifikasi bahwa platform memenuhi standar keselamatan dan operasional yang ditetapkan.
  3. Izin pengeboran: Diperlukan untuk aktivitas pengeboran sumur minyak dan gas.
  4. Izin operasional: Menyatakan bahwa platform telah lulus semua inspeksi dan memenuhi persyaratan yang diberlakukan oleh badan regulasi setempat.

Audit dan Inspeksi

Proses audit dan inspeksi dilakukan oleh regulator untuk memastikan bahwa operator platform offshore mematuhi regulasi dan standar yang berlaku. Ini melibatkan:

  1. Inspeksi rutin: Pemeriksaan terjadwal oleh otoritas regulasi untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan, lingkungan, dan operasional.
  2. Audit keselamatan: Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan kerja, manajemen risiko, dan sistem operasional platform offshore.
  3. Audit lingkungan: Pemeriksaan terhadap dampak lingkungan dari operasi platform dan langkah-langkah yang diambil untuk meminimalkannya.

Baca juga : Tantangan dan Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja Offshore

Manajemen Personel

Rekrutmen dan Pelatihan

Proses rekrutmen personel untuk bekerja di platform offshore dimulai dengan pengumuman lowongan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Setelah itu, kandidat-kandidat potensial akan melalui serangkaian seleksi yang meliputi wawancara, pemeriksaan kesehatan, dan evaluasi kemampuan teknis dan keterampilan kerja yang relevan. Setelah direkrut, personel tersebut akan menjalani pelatihan intensif yang mencakup aspek-aspek seperti keselamatan kerja, prosedur evakuasi, penggunaan peralatan keselamatan, tanggap darurat, serta keterampilan spesifik yang diperlukan untuk pekerjaan di platform offshore. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa personel memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bekerja dengan aman dan efektif di lingkungan laut yang unik.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di platform offshore memiliki prioritas tinggi karena lingkungan kerja yang berisiko tinggi. Ini mencakup:

  • Penyediaan peralatan keselamatan pribadi yang sesuai seperti helm, rompi pelampung, sabuk pengaman, serta pelatihan dalam penggunaannya.
  • Penerapan prosedur keselamatan yang ketat untuk setiap aspek operasi, termasuk penanganan bahan kimia, pengoperasian peralatan berat, dan navigasi.
  • Pelatihan tentang prosedur evakuasi, tindakan darurat, dan penggunaan peralatan pemadam kebakaran.
  • Program kesehatan yang mencakup pemeriksaan kesehatan rutin, penanganan kesehatan mental, serta pengelolaan stres.

Manajemen Kinerja

Sistem manajemen kinerja untuk personel di platform offshore bertujuan untuk memastikan bahwa karyawan bekerja secara efektif dan berkontribusi pada kesuksesan operasional platform. Ini melibatkan:

  • Penetapan sasaran kinerja yang jelas dan terukur yang sesuai dengan tujuan perusahaan dan peran individu.
  • Evaluasi kinerja yang teratur, baik melalui pengamatan langsung, pengukuran kinerja kuantitatif, maupun umpan balik dari atasan dan rekan kerja.
  • Identifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan keterampilan, serta menyediakan dukungan untuk memfasilitasi pertumbuhan profesional.
  • Diskusi rutin antara manajer dan karyawan untuk membahas kemajuan, tantangan, dan peluang pengembangan karir.

Baca juga : Apa Itu BOSIET OPITO dan Mengapa Penting Bagi Pekerja Offshore

Manajemen Risiko

Proses identifikasi risiko untuk operator platform offshore melibatkan pengidentifikasian potensi bahaya dan ancaman yang dapat mempengaruhi keselamatan operasional, kesehatan personel, lingkungan, dan kelangsungan bisnis. Ini melibatkan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua aspek operasional platform, termasuk aktivitas pengeboran, produksi, transportasi, dan infrastruktur.

Penilaian Risiko

Setelah risiko diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah melakukan penilaian risiko untuk mengevaluasi tingkat keparahan dan probabilitas setiap risiko. Ini melibatkan analisis terhadap potensi dampak negatif risiko terhadap keselamatan, lingkungan, keuangan, dan reputasi perusahaan. Penilaian risiko membantu operator platform offshore dalam menetapkan prioritas dan mengalokasikan sumber daya untuk mitigasi risiko yang paling kritis.

Mitigasi Risiko

Strategi mitigasi risiko dirancang untuk mengurangi dampak dan kemungkinan terjadinya risiko yang diidentifikasi. Ini dapat mencakup langkah-langkah seperti:

  • Peningkatan prosedur keselamatan kerja dan penggunaan peralatan keselamatan.
  • Implementasi kontrol teknis dan teknologi yang lebih canggih.
  • Peningkatan pelatihan dan kesadaran personel terhadap bahaya dan prosedur tanggap darurat.
  • Pembangunan sistem pemantauan dan deteksi dini untuk risiko seperti kebocoran gas atau kebakaran.
  • Peninjauan dan perbaikan terus-menerus terhadap proses operasional untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko potensial.

Manajemen Krisis

Rencana manajemen krisis dirancang untuk menangani situasi darurat atau kegawatan yang tidak terduga di platform offshore. Ini termasuk tindakan yang harus diambil untuk merespons keadaan darurat, komunikasi dengan personel di platform dan pihak terkait, koordinasi dengan lembaga penegak hukum dan badan regulasi, evakuasi darurat jika diperlukan, serta pemulihan operasi setelah krisis diselesaikan.

Baca juga : 9 Kegiatan Rutin Pengawas K3 Migas di Lapangan Tingkatkan Keselamatan

Teknologi dan Inovasi

Beberapa contoh teknologi baru yang digunakan dalam operasi platform offshore termasuk:

  1. Sistem Pemantauan Digital: Penggunaan sensor, pemantauan berbasis IoT (Internet of Things), dan analisis data untuk memantau kondisi peralatan secara real-time, mendeteksi masalah potensial, dan mencegah kegagalan.
  2. Robotika dan Automasi: Penggunaan robot dan sistem otomatisasi untuk tugas-tugas rutin seperti inspeksi, pemeliharaan, dan perbaikan di lingkungan yang sulit diakses oleh manusia.
  3. Teknologi Pengeboran: Pengembangan teknologi pengeboran yang lebih canggih seperti sumur horizontal, pengeboran ultra-dalam, dan teknik pengeboran dengan presisi tinggi untuk mendapatkan sumber daya minyak dan gas yang lebih sulit dijangkau.
  4. Energi Terbarukan: Pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya, turbin angin, atau teknologi gelombang laut untuk memenuhi kebutuhan energi platform offshore dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Inovasi

Contoh inovasi yang diterapkan dalam operasi platform offshore meliputi:

  1. Sistem Evakuasi Inovatif: Pengembangan sistem evakuasi darurat yang lebih cepat, aman, dan efisien untuk mengatasi situasi darurat di platform offshore.
  2. Teknologi Pengolahan Limbah: Penggunaan teknologi yang lebih efektif dan ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah, termasuk proses daur ulang dan penggunaan kembali air.
  3. Teknologi Keselamatan: Pengembangan teknologi keselamatan baru seperti sensor gas pintar, perangkat pengamatan jarak jauh, dan sistem peringatan dini untuk membantu mencegah insiden dan kecelakaan.

Dampak Teknologi dan Inovasi

Penerapan teknologi dan inovasi dalam operasi platform offshore memiliki dampak yang signifikan pada efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan operasi:

  • Efisiensi: Penggunaan teknologi baru dan inovasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi waktu henti, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
  • Keselamatan: Teknologi keselamatan baru membantu mengurangi risiko kecelakaan dan cedera dengan mendeteksi potensi bahaya lebih awal dan memberikan peringatan kepada personel untuk mengambil tindakan pencegahan.
  • Keberlanjutan: Penerapan teknologi yang ramah lingkungan dan inovasi dalam pengelolaan limbah dan penggunaan energi dapat membantu mengurangi dampak lingkungan operasi platform offshore dan mendukung prinsip-prinsip keberlanjutan.

Kesimpulan

Penerapan teknologi baru dan inovasi dalam operasi platform offshore telah membawa dampak positif yang signifikan pada efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan industri ini. Dengan adopsi teknologi seperti sistem pemantauan digital, robotika, dan energi terbarukan, operator platform offshore dapat meningkatkan efisiensi operasional mereka, mengurangi risiko kecelakaan, dan meminimalkan dampak lingkungan. Selain itu, inovasi dalam sistem evakuasi darurat, teknologi pengolahan limbah, dan keselamatan telah meningkatkan perlindungan bagi personel yang bekerja di lingkungan yang sering kali menantang ini. Sebagai hasilnya, industri platform offshore terus bergerak menuju masa depan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Dengan terus menerapkan teknologi dan inovasi yang canggih, operator dapat terus meningkatkan kinerja mereka sambil memperhatikan tantangan lingkungan dan regulasi yang semakin ketat.

Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang “Platform Offshore”?

Jangan ragu untuk bertanya! Hubungi kami melalui WhatsApp untuk konsultasi lebih lanjut

Rate this post
You must be logged in to post a comment.
Jakarta
Tamansari Hive Office 7th Floor Jl. D. I. Panjaitan Kav 2 RT 11 RW 12, Cipinang, Cempedak, Jatinegara, RT.11/RW.11, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13350
+628111798350
Jakarta
AMG Tower Lt. 17 B05 Jl. Raya dukuh menanggal 1A. Gayungan Surabaya jawa Timur 60234
+628111798354
Instagram
YouTube
Inquiry Welder SMAW Level I

×