Jargas, Program Pemerintah untuk Mengganti Ketergantungan Gas Elpiji

Jaringan gas atau jargas, sudah populer sejak 2017 lalu. Bagian dari program prioritas pemerintah ini, ditargetkan dapat menjadi pengganti gas tabung yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Bicara soal jaringan gas, pasti yang terlintas adalah instalasi pipa gas masuk ke rumah-rumah warga dan terhubung dengan kompor. Ya, benar. Mekanisme ini sama dengan air PDAM.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, program pemanfaatan gas alam untuk jargas ini sudah terpasang secara nasional sebanyak 480 ribu sambungan rumah (SR). “Gas akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari masyarakat dan diutamakan untuk kebutuhan domestik,” kata Dwi seperti dilansir Okezone di Kota Balikpapan pada Rabu, 23 Maret 2019 kemarin.

Sudah tergambar sekarang?

Jadi, jargas ini berbeda dengan gas tabung yang selama dikonsumsi untuk kebutuhan rumah tangga. Sumbernya berasal langsung dari gas bumi dan digadang-gadang akan lebih murah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menyebutkan selisih harga antara jargas dan gas LPG bersubsidi bisa berkisar Rp20.000,- – Rp30.000,-. “Sedangkan jika pengguna tabung LPG non-subsidi, bisa hemat sampai Rp100.000,-,” ujar Jonan sebagaimana dikutip CNBC Indonesia di Kota Bogor pada Rabu, 27 Februari 2019 lalu.

Kelebihan lain dari jargas untuk kebutuhan rumah tangga adalah  tidak perlu khawatir “gas habis”. Jadi, para pengguna jargas tak usah khawatir kehabisan gas jika malam-malam ingin memasak. Bukan hanya itu, bila melihat lebih luas lagi, ternyata jargas juga memiliki sumbangsih besar untuk perekonomian Indonesia. Sebab, negara dapat mengurangi beban impor LPG.

Mengacu data dari Kementerian ESDM, konsumsi gas LPG masyarakat per tahunnya bisa mencapai 6,5 juta ton. Sedangkan, produksi nasional hanya mencapai angka 2,5 juta ton. Artinya, ada sekitar 4 juta ton yang harus didatangkan dari luar negeri. Bila dihitung-hitung, biayanya bisa mencapai US$3 miliar atau sebesar Rp50 triliun.

 

Sumber: Olahan penulis dari www.migas.esdm.go.id

Bagikan:

You must be logged in to post a comment.
Menu


    ×