minyak dan gas bumi

Produksi Hingga Proses Pendistribusian Minyak dan Gas Bumi

Minyak dan gas bumi merupakan komoditas hasil tambang yang sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia, terutama sebagai sumber energi. Hampir semua fasilitas yang dapat dinikmati manusia sekarang ini menggunakan minyak dan gas bumi sebagai bahan untuk menghasilkan energi. Mulai dari elpiji, bensin, solar, serta material seperti lilin paraffin dan aspal, dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk pembuatan plastic, karet sintetis, dan lainnya yang membutuhkan minyak dan gas bumi.

Mengingat begitu pentingnya minyak dan gas bumi bagi kehidupan kita, maka kita harus mengetahui apa sebenarnya minyak dan gas bumi itu, serta bagaimana proses produksi hingga proses pendistribusiannya. Hal ini bertujuan agar kita bisa tahu cara menghemat penggunaan minyak dan gas bumi tersebut.

Apa Itu Minyak dan Gas Bumi?

Minyak dan gas bumi adalah sumber daya alam yang berasal dari pelapukan sisa-sisa makhluk hidup yang tersimpan di bawah permukaan bumi dan tersimpan dalam bentuk cair maupun gas. Oleh karena itu minyak dan gas bumi dari sering disebut bahan bakar fosil.

Proses pembentukan bahan bakar fosil ini sendiri memerlukan waktu yang sangat lama sehingga minyak dan gas bumi merupakan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Konsumsi yang berlebihan akan mempercepat menipisnya kandungan minyak dan gas bumi di lapisan tanah. Oleh sebab itu, kita harus efisien dalam pengelolaannya.

Bagaimana Proses Pembentukan Minyak dan Gas Bumi?

Minyak dan gas bumi adalah hasil pelapukan fosil-fosil tumbuhan dan hewan pada jutaan tahun yang lalu. Setelah jutaan tahun, material tersebut berubah menjadi minyak dan gas bumi yang terkumpul dalam pori-pori batu kapur atau batu pasir karena tekanan dan suhu yang tinggi.

Pada saat diteliti, jika terdapat potensi kandungan minyak dan gas bumi di dalam area yang diteliti, maka selanjutnya akan masuk ke tahap eksplorasi lanjutan. Tahap ini diawali dengan membuat sumur-sumur di beberapa tempat di sekitar lokasi pengeboran eksplorasi.

Sumur-sumur itu dibuat untuk memastikan apakah minyak dan gas bumi yang ada bisa menguntungkan jika dikembangkan lebih lanjut. Apabila menguntungkan, maka dibuat sumur pengembangan (development well) untuk memproduksi minyak dan gas bumi.

Salah satu alat pengeboran yang dikenal luas adalah Rig. Rig digunakan untuk menaik-turunkan pipa pengeboran ke dalam sumur. Rig ada yang ditempatkan di darat, ada juga yang ditempatkan di laut atau di atas permukaan air.

Setelah sumur selesai dibor, maka selanjutnya adalah mengalirkan fluida hidrokarbon ke permukaan. Pada awal produksi, biasanya tekanan dari dalam bumi (tekanan deservoir) masih cukup besar, sehingga minyak dan gas bumi dapat mengalir ke permukaan dengan sendirinya (natural flow).

Sayangnya, kini tekanan dari dalam bumi makin berkurang, sehingga minyak dan gas bumi tidak bisa lagi mengalir ke permukaan dengan sendirinya.

Solusi yang dapat dilakukan agar minyak dan gas bumi bias mengalir ke permukaan adalah dengan menggunakan teknologi pendorong. Berdasarkan jenis tenaga pendorong (drive mechanism) tersebut, maka reservoir minyak dan gas bumi dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Solution gas drive, yaitu tenaga pendorong yang berasal dari gas yang terlarut di dalam minyak;
  2. Gas Cap Drive, yaitu tenaga pendorong yang berasal dari gas bebas (gas cap) yang berada di atas lapisan minyak;
  3. Water Drive, yaitu tenaga pendorong yang berasal dari air yang berada di bawah lapisan minyak.

Pada dasarnya, terdapat cara lain untuk menjaga dan meningkatkan tekanan deservoir sehingga minyak dan gas bumi dapat diproduksi. Caranya ialah menerapkan teknologi enhanced oil recovery di mana terdiri dari injeksi air, injeksi gas bumi, miscible gas/kimiawi, dan proses pemanasan (thermal).

Bagaimana Proses Pengolahan Minyak dan Gas Bumi?

Kini, kita masuk ke dalam tahap pengolahan di kilang minyak. Pada kilang minyak, minyak akan mengalami sejumlah proses yang memisahkan komponen hidrokarbon, mengubah struktur, dan komposisinya sehingga diperoleh produk yang bermanfaat untuk bahan bakar, bahan baku industri serta produk-produk lainnya.

Secara umum, pengolahan yang berlangsung di dalam kilang minyak bisa digolongkan menjadi lima bagian, diantaranya:

  1. Destilasi, yakni penyulingan berdasarkan perbedaan titik didih. Proses ini sering disebut sebagai proses primer karena yang dihasilkan adalah produk-produk dasar, seperti gas, nafta, dan minyak tanah.
  2. Konversi, yakni proses untuk mengubah ukuran dan struktur senyawa hidrokarbon.
  3. Pengolahan (treatment), yakni menyiapkan fraksi-fraksi hidrokarbon untuk diolah lebih lanjut, juga untuk diolah menjadi produk akhir.
  4. Formulasi dan pencampuran (blending), yakni pencampuran fraksi-fraksi hidrokarbon dan penambahan bahan aditif untuk mendapatkan produk akhir dengan spesifikasi tertentu.
  5. Proses lainnya, seperti pengolahan limbah, penghilangan air asin (sour-water sripping), pendinginan, pembuatan hydrogen, dan lain-lain.

Bagaimana Proses Pendistribusian Minyak dan Gas Bumi?

Salah satu kanal distribusi minyak dan gas bumi adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Proses distribusi menuju SPBU dimulai dari pengangkatan minyak dari bawah permukaan tanah yang kemudian dibawa ke kilang penyulingan melalui pipa atau refinery. Terkadang minyak tidak dialirkan melalui pipa tapi dalam drum atau barel dan dibawa dengan kapal tanker ke refinery di tempat lain. Sampai disini, minyak masih berupa minyak mentah yang sering diberitakan menjadi acuan harga minyak dunia.

Setelah minyak mentah diproses lebih lanjut di refinery, komponen-komponennya akan dipisahkan berdasarkan berat kondensasinya. Biasanya, dari satu barel minyak mentah akan didapatkan 5 liter aspal, 6 liter LPG, 15 liter bahan bakar pesawat, 35 liter solar, 73 liter bensin, dan 25 liter produk lainnya.

Setelah diolah, proses selanjutnya adalah distribusi. Secara singkat, sistem distribusi minyak dan gas bumi meliputi keseluruhan rangkaian kegiatan pengangkutan mulai dari kilang dan/atau terminal, depot hingga penyaluran ke konsumen. Distribusi bisa melalui pipa, kapal laut, truk, kereta api, pesawat udara, atau alat transportasi khusus, seperti LNG Receiving Terminal.

Bensin yang sudah disuling akan diambil sampelnya dan masuk ke dalam laboratorium pengujian untuk diuji kandungannya. Bila sudah lolos pengujian berdasarkan kadar oktan tertentu, maka bensin itu siap untuk dijual. Selanjutnya, bensin dialirkan ke berbagai terminal.

Di terminal, truk-truk tangki sudah menunggu. Truk-truk itu akan mengantarkan bensin ke sejumlah POM bensin di sekitarnya. Jika letaknya terpencil, maka bensin diantarkan dengan pesawat terbang. Bensin yang dibawa oleh truk tadi, akan disimpan di tangki bawah tanah tiap SPBU, lalu dipompa ke dispenser sebelum menuju ke nozzle. Kemudian, bensin baru dialirkan masuk ke dalam tangki kendaran bermotor.

Begitulah proses produksi hingga pendistribusian minyak dan gas bumi yang harus kita pahami bersama. Karena proses produksi hingga pendistribusian minyak dan gas bumi tidaklah mudah, maka kita harus membentuk kesadaran dan harus membiasakan diri untuk lebih menghemat energi.

Semoga penghematan energi yang dilakukan kita sekarang dapat bermanfaat untuk anak-anak dan masyarakat Indonesia mulai hari ini hingga masa depan nanti.

Salam minyak dan gas bumi, salam hemat energi.

Sumber : File PDF Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Bagikan:

You must be logged in to post a comment.
Menu


    ×