Petronews: Indonesia Jadi 1 dari 7 Negara yang Memasarkan BBM Tak Ramah Lingkungan, Pertamina Bergerak.

Vice President Promotion & Marketing Communication PT Pertamina Arifun Dhalia mengungkapkan, Indonesia termasuk salah satu dari tujuh negara yang memasarkan Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak ramah lingkungan. Tujuh negara yang dimaksud, antara lain Bangladesh, Kolombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, Uzbekistan dan Indonesia. Sebagai negara yang lebih berkembang dibandingkan 6 negara lainnya, Indonesia harusnya sudah tidak menyediakan BBM di bawah RON 90. Selain lebih ramah lingkungan, BBM dengan RON lebih tinggi lebih cocok dengan transportasi modern saat ini.

Menurut Komite BPH Migas Henry Ahmad, pemerintah bisa saja menghapuskan Premium yang merupakan BBM di bawah RON 90, lalu diganti ke Pertalite sebagai bensin RON paling rendah yang dijual ke masyarakat ke depannya. Apalagi, lanjutnya, di dalam Peraturan Presiden No. 43 tahun 2018 tentang Perubahan Perpres No.191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM, disebutkan bahwa jenis BBM khusus penugasan merupakan BBM jenis bensin RON “minimum 88” untuk didistribusikan di wilayah penugasan.

Walaupun penggunaan Pertamax sebagai BBM yang dinilai lebih ramah lingkungan karena kandungan sulfurnya maksimal sebesar 50 ppm (part per million) sudah semakin meningkat dan sudah sesuai baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O, Pertamina mencoba mengedukasi konsumen dengan Program Langit Biru, di mana memberikan diskon untuk BBM Pertalite yang lebih ramah lingkungan, di mana ini sudah dilakukan di beberapa kota.

Sebagai bentuk untuk menjaga kelestarian lingkungan, PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah berencana melakukan uji coba produksi Green Diesel (D-100) yang bahan bakunya dari minyak sawit pada akhir November 2020.
Berdasarkan keterangan dari Unit Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Hatim Ilwan yang dikutip dari prfmnews.com, Pertamina berencana melakukan uji coba produksi sekitar 3.000 barrel.

Menurut Hatim, bahan bakar ramah lingkungan ini memiliki karakter yang mirip seperti bahan bakar dari minyak fosil. Jika pemerintah sudah mengeluarkan izin dan kebijakan, Hatim mengaku, Pertamina Kilang Cilacap mengaku siap. Hamit menambahkan, “D-100 ini yang bahan bakarnya dari minyak sawit ini untuk menjadi bahan bakar yang secara karakternya untuk diesel dari fosil. Jadi kita saat ini baru uji coba tahap persiapan. Sarana dan fasilitas sedang kita persiapkan mulai dari dermaga, tangki, unit pemprosesan minyak sawit ini”.

Selain itu, RU IV Cilacap, diakui Hatim, saat ini tengah mengembangkan tiga produk green energy yakni Green Diesel, Green Gasoline, dan Green Avtur.

Mari kita dukung setiap Langkah pemerintah dan Badan Usaha Milik Pemerintah guna melindungi lingkungan kita. Mulailah beralih ke bahan bakar ramah lingkungan agar anak cucu kita bisa merasakan hidup di lingkungan yang sehat!

Sumber:

cnbcindonesia.com
otomotif.kompas.com
akurat.co
money.kompas.com
prfmnews.pikiran-rakyat.com

Bagikan:

You must be logged in to post a comment.
Menu

    ×