Upaya memperkuat sistem keamanan operasional di sektor industri strategis terus ditingkatkan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Training Hazops BNSP yang diikuti oleh personel dari PT Halmahera Persada Lygend serta mahasiswa program magister (S2) Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kegiatan Training Hazops BNSP ini diinisiasi oleh Petrotraining sebagai penyedia layanan pelatihan profesional. Program yang berlangsung pada 18 hingga 20 Februari 2026 ini dilaksanakan secara offline, mempertemukan praktisi industri dan akademisi dalam satu wadah pembelajaran intensif mengenai identifikasi bahaya dan analisis risiko proses.
Pelaksanaan Training Hazops BNSP menjadi sangat krusial mengingat kompleksitas operasional di industri pengolahan mineral dan kimia. Dengan melibatkan mahasiswa S2 Teknik Kimia ITB, kegiatan ini juga menjembatani kesenjangan antara teori akademis dengan kebutuhan nyata di lapangan, khususnya dalam penerapan Process Safety Management (PSM).
Fokus pada Identifikasi Bahaya dan Analisis Risiko
Pelatihan Hazard and Operability Study (HAZOPS) bersertifikasi BNSP ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam bagi para peserta. Fokus utamanya adalah membekali tenaga kerja dengan kemampuan teknis untuk mengidentifikasi potensi bahaya operasional sebelum terjadi insiden yang merugikan.
Hadir sebagai instruktur utama, Bapak Aris Sukresno, seorang trainer profesional bersertifikasi BNSP dengan keahlian spesifik di bidang QHSE. Dalam sesi pemaparannya, beliau menekankan bahwa HAZOPS bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen vital dalam menjaga keberlangsungan bisnis dan keselamatan jiwa.
“Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dalam mengidentifikasi potensi bahaya operasional dan memastikan pengendalian risiko yang tepat, sehingga mendukung penerapan Process Safety Management (PSM) dan kepatuhan terhadap standar keselamatan industri,” ujar Aris Sukresno.
Sinergi Industri dan Akademisi
Keterlibatan PT Halmahera Persada Lygend menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga standar keselamatan tinggi di area operasional mereka. Di sisi lain, kehadiran mahasiswa S2 Teknik Kimia ITB memberikan warna baru, di mana calon-calon pemimpin industri ini dipersiapkan untuk memahami mitigasi risiko sejak dini.
Selama tiga hari pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga simulasi kasus nyata. Mereka diajak membedah alur proses industri, mencari titik-titik penyimpangan (deviation), serta merumuskan langkah mitigasi yang paling efektif sesuai dengan standar internasional yang diakui BNSP.
Data terbaru menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan metode HAZOPS secara konsisten mampu menekan angka kecelakaan kerja hingga level minimum. Hal ini berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional karena terhindarnya perusahaan dari kerusakan aset dan downtime yang tidak terencana.
Melalui Training Hazops BNSP, Petrotraining berharap para alumni pelatihan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing. Dengan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), kompetensi yang dimiliki para peserta kini telah diakui secara nasional, memperkuat posisi mereka sebagai tenaga ahli yang kompeten di bidang keselamatan proses.
FAQ (Frequently Asked Questions)
- Apa itu Training Hazops BNSP?
Pelatihan teknis untuk mengidentifikasi bahaya dan masalah operasional pada sistem proses industri yang diakui secara nasional melalui sertifikasi BNSP. - Siapa yang perlu mengikuti pelatihan ini?
Insinyur proses, manajer HSE, praktisi industri kimia/pertambangan, serta mahasiswa teknik yang ingin berkarir di bidang keselamatan industri. - Apa manfaat sertifikasi BNSP dalam pelatihan HAZOPS?
Sertifikasi BNSP memberikan pengakuan resmi atas kompetensi seseorang di tingkat nasional, yang sangat berguna untuk pemenuhan regulasi K3 di Indonesia. - Mengapa metode HAZOPS penting bagi perusahaan?
Metode ini membantu perusahaan mendeteksi risiko secara proaktif, mencegah kerugian materiil, dan memastikan keselamatan seluruh pekerja di area berisiko tinggi.