kecelakaan kerja

Kenali Lebih Dalam, Inilah Penyebab Utama Kecelakaan Kerja

Penyebab Kecelakaan kerja kerap kali terjadi sebagai peristiwa yang mendadak, terjadi diluar kendali seseorang yang tidak diinginkan. Padahal, bila meninjau lebih jauh kondisi tersebut dapat dihindari bila penyebabnya dikenali lebih dalam.

Menurut Undangā€“Undang Nomor 3 Tahun 1992 mengenai Jaminan Sosial Tenaga Kerja, kecelakaan kerja ada hubungannya dengan jalinan kerja. Bahkan, sakit yang muncul karena kelelahan Ā bekerja masuk dalam kategori kecelakaan kerja. Bila mengacu pada SHRM Glossary of HR Terms, kecelakaan kerja merupakan cedera yang dihadapi pekerja, yang mengharuskan mereka menjalani perawatan medis.

Kondisi ini umumnya menyebabkan pekerja absen, akibat cedera yang dialaminya itu. Tak heran, kecelakaan kerjapun dapat berupa luka, penyakit, atau justru berisiko untuk menimbulkan kematian. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, menurut Joint Industrial Safety Council ā€“ ILO, ada tiga aspek penting yang harus diperhatikan.

  1. Peralatan Teknis
    Perlengkapan yang tidak sesuai atau rusak dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Salah satu bentuk rusaknya peralatan teknis yang berpengaruh padaĀ  kecelakaan kerja yaitu seperti rusaknya tali gondola, sepatu safety yang sudah tidak layak pakai dan mesin yang sudah tua yang Ā tidak terawat.Ā Ā Ā  Karena itu, kesesuaian peralatan harus diperhatikan untuk meminimalisirĀ  hal-hal yang tidak diinginkan.
  2. Manusia
    Kemampuan beberapa karyawan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Karena itu, semua pekerjaan harus direncanakan dengan memperhatikan kondisi para pekerja. Adapun beberapa aspek yang tergolong dalam aspek manusia yakni:

    1. Umur: karyawan muda biasanya memiliki fisik yang lebih kuat, dinamis dan kreatif. Umur pun menjadi faktor yang perlu diperhatikan sebab mempengaruhi kondisi fisik, mental dan kemampuan untuk bekerja.
    2. Jenis Kelamin: pria dan wanita tentu memiliki jenis pekerjaan yang berbeda. Seperti Pembagian beban kerja antara pria dan wanita itu harus berbeda. Maka, perlu penyesuaian beban dan kebijakan kerja yang baik.
    3. Masa Kerja: masa kerja berkaitan erat dengan waktu lamanya tenaga kerja bekerja pada suatu tempat.
    4. Tingkat Pendidikan: jika seseorang dihadapkan pada lingkungan pendidikan yang terkontrol maka perkembangan kemampuan sosial dan individu pun menjadi lebih optimal. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka mereka cenderung untuk menghindari potensi bahaya yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.
    5. Perilaku: Perilaku salah satu dari sekian faktor yang mempengaruhi tingkat kecelakaan. Pekerja yang tidak puas dengan pekerjaannya dianggap memiliki tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi.
  3. Kondisi Kerja
    Keadaan kerja dapat memengaruhi kondisi pekerja. Hal ini pula yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Sejumlah kondisi tersebut seperti keruwetan tempat kerja, kebisingan, temperatur, ventilasi dan pencahayaan.
    1. Kebisingan bisa saja menjadi sebuah kecelakaan kerja. Misalnya, kebisingan yang dialami oleh tenaga kerja sehingga ia menjadi tuli dan kesulitan berkomunikasi, sedangkan intensitas kebisingan yang diwajarkan hanyalah 85 dBA untuk 8 jam kerja.
    2. Temperatur dapat mengurangi efisiensi pekerjaan karyawan karena dapat menimbulkan kaku dan kurang koordinasi di otot manusia apabila temperatur mencapai tingkat paling tinggi, yaitu sekitar 24-27 derajat celcius.
    3. Penerangan yang tepat harus diterapkan dalam lingkungan kerja karena cahaya merupakan sumber penglihatan pekerja dalam beraktivitas. Apabila saat pembangunan gedung di malam hari, tentulah proyek kontruksinya harus menyediakanpenerangan yang cukup agar pekerjanya produktif dan lebih safety dalam bekerja.
      Namun sebaliknya, pencahayaan yang berlebihan bisa menyilaukan atau melelahkan mata. Sehingga menimbulkan rasa kantuk dan tentu membahayakan pegawai yang bekerja dalam mengoperasikan mesin.
    4. Lantai
      Lantai didalam ruang lingkup tempat kerja seharusnya terbuat dari bahan yang keras, tahanair, dan bahan kimia yang merusak. Karena apabila tidak memenuhi standar, dimana lantai tempat beraktivitas pekerja akan membayakan dan menyebabkan kecelakaan kerja seperti terpeleset.

Diatas merupakan beberapa penyebab utama dalam kecelakaan kerja yang perlu kita ketahui sebagai bahan antisipasi dalam bekerja. Petrotraining Asia (OMC) salah satu sub bisnis dari Sinergi Solusi Indonesia dapat memberikan pelatihan bagi perusahaan dan karyawan yang ingin meningkatkan pemahamannya terkait dengan keselamatan kerja.

Sumber : kompasiana.com, www.safetyshoe.com

You must be logged in to post a comment.
Menu


    ×