Ini Kiat-Kiat Selamatkan Diri dari Kecelakaan Kapal

Insiden kecelakaan di jalur pelayaran bukan mustahil terjadi. Pada tahun lalu misalnya, KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba menjadi kasus yang benar-benar mencuri perhatian publik. Ratusan orang kabarnya tidak berhasil ditemukan.

Baru-baru ini, KM Lintas Timur di Perairan Banggai Maluku juga memunculkan duka tersendiri. Belasan kru kapal hilang, tak kunjung ditemukan tim SAR Gabungan sampai proses pencarian berakhir Senin kemarin.

Kiat-kiat menyelamatkan diri dari kapal karam atau kecelakaan laut, sebetulnya perlu menjadi perhatian serius. Setidaknya wawasan ini dapat meminimalisasi korban jiwa bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Melansir Kompas.com, berikut sejumlah langkah penyelamatan diri yang bisa dilakukan bila terjadi kecelakaan di jalur pelayaran yang membuat kapal tenggelam:

  1. Tetap tenang
    Hal terpenting untuk menyelamatkan diri dari kapal tenggelam adalah tetap tenang. Jika Anda dalam keadaan panik, cobalah untuk menarik napas yang dalam. Kepanikan akan membuat Anda berpikir tidak jernih yang justru berpotensi menimbulkan bahaya yang lebih besar.
  1. Temukan pelampung
    Saat kapal yang Anda tumpangi tenggelam, sebisa mungkin berupayalah untuk menemukan pelampung. Ada beberapa jenis pelampung, seperti pelampung penyelamat, pelampung keras, dan pelampung rakit yang dapat digelembungkan. Dengan menggunakan pelampung akan membuat Anda bertahan lebih lama di air. Jika tidak menemukan pelampung, cari benda-benda yang dapat membuat Anda mengapung, seperti puing-puing kapal.
  1. Lompat dari kapal
    Jika harus melompat dari kapal, pastikan Anda tetap memakai sepatu. Sebelum melompat, pastikan tidak mendarat di atas orang atau benda lain. Lalu perhatikan posisi Anda saat melompat, yakni letakkan salah satu lengan pada perut Anda, lalu genggam siku yang satunya.
    Gunakan tangan yang lain untuk menutupi hidung. Lompatlah sejauh mungkin. Saat jatuh, silangkan kaki dan cobalah masuk ke air dengan telapak kaki lebih dulu.
  1. Menjauh dari kapal, jika ukurannya besar.
    Kapal besar cenderung menciptakan efek men dan menghisap semua yang tenggelam. Akibatnya, semakin besar kapal, Anda harus menyingkir dari kapal saat kapal itu tenggelam.
    Hal ini penting karena kapal besar bisa menghisap Anda meskipun memakai pelampung penyelamat. Untuk menyingkir dari kapal, sebaiknya Anda berenang dengan gaya dada, tendang sekuat mungkin untuk menjauhi kapal. Jika tak dapat berenang, gerakkan kaki Anda seperti berjalan di air untuk menjauhi kapal.
  1. Hindari Hipotermia
    Selain tenggelam, hipotermia merupakan ancaman terbesar bagi keselamatan Anda setelah kapal tenggelam. Paparan terhadap air dingin akan menurunkan suhu tubuh. Jika suhu tubuh terlalu rendah, tubuh akhirnya akan mati rasa dan berisiko menyebabkan meninggal dunia.

Beberapa hal ini bisa dilakukan untuk mencegah hipotermia yakni, bila Anda berada di permukaan air dengan alat pelampung dan bukan di atas rakit, rapatkan lutut Anda ke dada.Hal ini akan membantu menjaga panas tubuh. Jika Anda bersama orang lain di permukaan air atau di atas rakit, tetaplah bersama-sama dan saling berpelukan. Tetaplah berpakaian, meskipun basah kuyup, pakaian membantu menjaga suhu tubuh Anda.

Dengan cara-cara diatas, Anda menjadi tahu bagaimana menjaga keselamatan diri saat keadaan darurat seperti dalam hal penyelamatan diri saat kapal tenggelam ini. Ini merupakan salah satu langkah Anda  dalam memahami cara bertahan hidup di laut lepas (Basic Sea Survival). Informasi mengenai keselamatan diri di laut ini juga bisa dibagikan kepada rekan kerja atau kenalan Anda sebagai persiapan dan upaya pencegahan saat terjadi bahaya di atas kapal.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut dapat mengunjungi tautan kami mengenai Basic Sea Survival di link berikut in :

http://bit.ly/2training-basic-sea-survival

Sumber:
https://nasional.kompas.com/read/2018/06/23/12340961/langkah-penyelamatan-diri-saat-kapal-tenggelam

Bagikan:

You must be logged in to post a comment.
Menu

    ×