Accident Investigation: Prinsip 4P dalam Mengumpulan Data

Menurut Undang-undang No.1 Tahun 1970 dan Undang-undang No.3 Tahun 1993 disebutkan bahwa setiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja harus dilaporkan. Dalam membuat laporan kecelakaan kerja tentunya harus dilakukan investigasi sebelumnya (accident investigation). Pada pembahasan sebelumnya, sudah dijabarkan mengenai langkah-langkah melakukan investigasi kecelakaan. Langkah pertama yang dilakukan dalam menginvestigasi kecelakaan adalah pengumpulan data informasi.

Pengumpulan data informasi menjadi hal yang paling penting saat melakukan investigasi kecelakaan. Informasi yang didapatkan harus benar-benar jelas agar memudahkan untuk dianalisis. Banyak teknik dan metode yang dapat dilakukan dalam pengumpulan data, seperti wawancara, studi pustaka, dokumentasi, dan lain-lain. Ada 4 (empat) hal yang wajib diperhatikan saat melakukan pengumpulan data, yaitu people (orang), parts (peralatan/ mesin), place (lokasi kecelakaan), dan paper (dokumen).

  1. People – yakni orang-orang yang berhubungan dengan kecelakaan dan juga orang-orang yang dapat membantu terkuaknya sebab-sebab kecelakaan kerja tersebut. Mencakup saksi, korban, atasan korban, dan rekan kerja.
  2. Parts – yakni semua perkakas, peralatan, dan permesinan yang diduga memiliki keterkaitan dengan kecelakaan. Mencakup alat yang digunakan untuk pekerjaan, kerusakan pada alat, riwayat kerusakan alat, panduan aman dalam penggunaan alat, label pada alat dan bahan, dan lain-lain.
  3. Place – yakni lokasi kecelakaan, termasuk kondisi cuaca, penerangan, kelembaban, topografi, posisi korban saat terjadi kecelakaan, posisi peralatan/ mesin, benda-benda disekitar yang mungkin jadi penyebab kecelakaan, dan lain-lain.
  4. Paper – yakni dokumen-dokumen terkait, seperti: data pelatihan, data pemeriksaan kesehatan, SOP, daftar periksa kendaraan/alat berat, regulasi dan undang-undang, surat-surat perijinan.

Pada saat melakukan pengumpulan data, lokasi harus ditinjau dan diamati secara menyeluruh. Saksi-saksi dan korban diwawancarai secara terpisah, penjelasan kronologi dengan beberapa versi dari setiap saksi dan korban. Cedera yang dialami korban perlu dilakukan klasifikasi, bagian tubuh yang mengalami cedera dan sifat cideranya. Peralatan/ mesin yang biasa digunakan dalam bekerja harus diperiksa secara menyeluruh termasuk laporan inspeksinya. Jika informasi sudah didapatkan, penting juga untuk dilakukan reka ulang adegan untuk menggambarkan kejadian yang sesungguhnya. Hal tersebut dapat sangat membantu dalam menganalisis penyebab terjadinya kecelakaan.

Synergy Solusi member of Proxsis Group membantu perusahaan dalam meningkatkan kompetensi bagi para investigator kecelakaan melalui pelatihan Accident Investigation yang diselenggarakan hingga mendapatkan pengukuhan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sumber: synergysolusi.com

You must be logged in to post a comment.
Menu


    ×