TEKNOLOGI EOR SOLUSI KURANGI IMPOR MIGAS

Konsumsi minyak dan gas (migas) di dalam negeri dari waktu ke waktu terus meningkat, sehingga  Hasil produksi migas dalam negeri tidak dapat memenuhi kebutuhan migas nusantara. Akibatnya, Indonesia yang dulu dikenal sebagai negeri kaya minyak kini harus rutin mengimpor dari luar negeri.

Tingginya nilai impor minyak dan gas menyebabkan neraca dagang Indonesia mengalami defisit sebesar US$1,33 miliar, tercatat pada bulan November 2019. Untuk bisa mengurangi impor migas dan menjaga defisit neraca dagang, maka pemerintah perlu meningkatkan produksi serta eksplorasi sumber migas.

Untuk itu, pemerintah tengah mempersiapkan aturan mengenai penggunaan teknologi pengurasan sumur minyak dan gas bumi (migas) atau Enhanced Oil Recovery (EOR). Hadirnya teknologi ini merupakan solusi jangka panjang agar produksi migas dalam negeri tetap terjaga. EOR berfungsi sebagai penyedot sisa minyak yang selama ini masih mengendap di bawah sumur, sehingga tidak perlu lagi menggali sumur baru.

Menurut keterangan dari PLT Dirjen Djoko Siswanto teknologi EOR ini dapat mengangkat sumber minyak yang sudah terpendam sejak lama sebanyak 50%, sehingga produksi akan meningkat 100% dari produksi saat ini. Teknologi EOR sudah mulai dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Mengutip laman pertamina.com, perusahan BUMN akan kembali menerapkan EOR di delapan lapangan minyak antara lain, Tanjung, Sukowati, Rantau, Sago, Ramba, Jirak, Limau dan Jatibarang.

Untuk meningkatkan produksi Migas tidak bisa hanya bergantung pada EOR. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu melalui peningkatan produksi, mencari cadangan minyak dan mengembangkan sumur eksisting, Jika usaha pemerintah telah maksimal dalam hal tersebut, Indonesia optimis dalam dua sampai empat tahun produksi minyak di lapangan akan meningkat 4-5kali.

Tentu ini akan menjadi hal baik, dan kita berharap teknologi EOR akan mampu menahan laju penurunan produksi minyak alamiah. Jika itu terjadi, otomatis impor minyak dan gas berkurang dan dapat mendukung kemandirian migas nasional.

Sumber: kompasiana.com

Bagikan:

You must be logged in to post a comment.
Menu


    ×