signal rigger

Signal Rigger Menurut Peraturan Internasional

Pernah dengar berita kecelakaan kerja yang terjadi saat sebuah proyek konstruksi yang menggunakan crane untuk mengangkut barang, namun beban yang dibawanya terlepas dan menimpa pekerja dan aset yang berada di bawahnya? Tentunya kejadian seperti ini pernah terjadi dan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi para pengusaha. Tidak hanya kerugian akibat kerusakan benda yang jatuh, tetapi juga kehilangan dari aset yang tertimpa benda jatuh. Tidak hanya itu, jika benda tersebut menimpa pekerja, bukan tidak mungkin nyawa pekerja yang tertimpa akan melayang. Selain itu, satu yang pasti dari kejadian serupa adalah adanya kerugian waktu akibat kejadian tersebut.

Oleh karena itu, seluruh badan dunia yang fokus pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sepakat bahwa setiap pekerjaan yang menggunakan crane sebagai alat angkat angkut, wajib dioperasikan oleh seorang operator crane yang berkompeten. Namun, tidak hanya operator crane saja yang dituntut kompetensinya dalam mengoperasikan alat angkat angkut, namun peran rigger yang berkompeten juga sangat krusial. Rigger harus mampu memastikan pengikatan beban yang akan diangkat, aman hingga sampai di tempat yang dituju. Peran seorang rigger sebagai pemberi sinyal kepada operator crane juga merupakan salah satu hal yang penting.

Koordinasi antara operator crane dan seorang rigger dalam hal pemberian signal pengangkatan menjadi kunci pengangkatan dan pengangkutan barang menggunakan crane dapat sampai di tempat tujuan dengan aman. Untuk memberikan standar yang sama bagi para operator crane dan rigger, terdapat beberapa hand signal rigger yang telah diberlakukan secara internasional, salah satunya adalah hand signal yang dikeluarkan oleh Occupational Safety and Health Administration (OHSA).

Berikut ini 5 hand signal rigger berdasarkan OSHA yang paling umum digunakan:

  1. Hoist; gerakan ini digunakan saat rigger meminta operator crane untuk mengangkat beban. Caranya, angkat lengan membentuk siku-siku dengan posisi jari telunjuk ke atas sambil tangan diputar searah jarum jam. Isyarat ini digunakan pada proses pengangkatan barang/beban.
  2. Lower; gerakan ini digunakan saat rigger meminta operator crane untuk menurunkan beban. Caranya, Angkat lengan membentuk siku-siku dengan posisi jari telunjuk menunjuk ke bawah sambil tangan diputar searah jarum jam. Isyarat ini digunakan pada proses penurunan barang/ beban.

signal rigger

  1. Rise Boom. Gerakan ini digunakan saat rigger hendak meminta operator crane menaikkan boom. Caranya Angkat lengan kanan setinggi bahu, lurus ke samping dengan posisi tangan mengepal dan ibu jari menunjuk ke atas. Isyarat ini berarti boom dinaikkan.

  2. Lower Boom. Gerakan ini digunakan saat rigger hendak meminta operator crane menurunkan boom. Angkat lengan kanan setinggi bahu, lurus ke samping dengan posisi tangan mengepal ibu jari menunjuk ke bawah. Isyarat ini berarti boom diturunkan.

  3. Move Slowly. Gerakan ini dilakukan oleh rigger saat ia meminta operator crane melakukan gerakan dengan perlahan. Caranya telunjuk menunjuk ke atas putar searah jarum jam di bawah telapak tangan yang lain. Isyarat tangan ini memiliki arti menaikkan atau menurunkan beban secara perlahan-lahan.

signal rigger

Penggunaan hand signal dengan referensi dari lembaga manapun, dapat dilakukan. Hal paling penting adalah kesepakatan antara operator crane dan rigger, sehingga mereka saling memahami sinyal yang diberikan satu sama lain. Tetap jaga keselamatan diri kita selama melakukan pekerjaan di manapun kita berada.

sumber: safetysign.co.id

Bagikan:

You must be logged in to post a comment.
Menu

    ×