Seberapa Besar Potensi Temuan Cadangan Migas di Aceh, Siapa yang akan Untung?

Seberapa Besar Potensi Temuan Cadangan Migas di Aceh, Siapa yang akan Untung?

Petrotrainingasia.com – Indonesia memiliki berbagai potensi kekayaan alam, termasuk sumber energi minyak dan gas (migas) bumi. Seperti penemuan ladang migas pada Blok Andaman II di pantai lepas Aceh. Potensi ini digadang-gadang menjadi sumber energi migas terbesar di dunia.

Sumber cadangan migas tersebut ditemukan oleh Premier Oil perusahaan asal Inggris sebagai operator di Blok Andaman II melalui pengeboran sumur Timpan-1 pada kedalaman air 4.245 kaki.

Andaman Blok II merupakan blok yang dilelang oleh Kementerian ESDM pada 2017 dengan skema kontrak bagi hasil atau gross split. Penandatanganan kontrak dilakukan pada awal 2018 dan mulai dilakukan pengeboran pada tahun 2022 ini.

Potensi Migas di Andaman

Berdasarkan pengujian sementara  potensi sumber daya migas mencapai rata rata sekitar 6 Trillion Cubic Feet (TCF). Sumur tersebut diperkirakan mengalirkan gas sebesar 27 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 1.884 barel kondensat per hari (BOPD).

Selain itu, Kementerian ESDM mengungkapkan potensi sumber daya gas di Andaman II murni mengandung gas tanpa bauran karbon dioksida atau Co2 yang membuat proyek lapangan makin kompetitif di tengah isu transisi energi. Dalam waktu dekat Premier Oil akan  melakukan studi evaluasi post drill untuk menentukan langkah eksplorasi.

SKK Migas menargetkan Blok Andaman II akan menjadi temuan besar ke depannya, karena temuan tersebut baru di 1 struktur dari 10 struktur yang ada di Blok Andaman II. Pemerintah bersama Premier Oil akan melakukan pengeboran dua sumur lagi di Blok Andaman II untuk menuju ke tahap rencana pengembangan atau Plan of Development (POD).

Dengan adanya potensi cadangan migas yang besar tersebut, wilayah Andaman bisa masuk dalam area giant discovery dengan temuan cadangan migas terbesar dunia. Terutama jika Blok Andaman III juga terdapat cadangan migas sebesar di Blok Andaman II.

Blok Andaman terdiri dari tiga wilayah kerja, yaitu Andaman I yang dikelola Mubadala Petroleum RSC Ltd, Andaman II oleh Premier Oil Andaman Ltd, dan Andaman III oleh Repsol Andaman BV dengan potensi masing-masing diperkirakan rata-rata enam triliun kaki kubik (TCF).

Selain Blok Andaman I, II dan III, potensi migas di Aceh juga ditargetkan dapat ditemukan di Meulaboh yaitu di Blok Offshore North West Aceh dan di Singkil yaitu di Blok Offshore South West Aceh.

Seberapa Besar Potensi Temuan Cadangan Migas di Aceh, Siapa yang akan Untung?Siapa yang Diuntungkan?

Andaman Blok II dikelola oleh tiga konsorsium gabungan yang terdiri dari Premier Oil sebesar 40 persen, Mandala Petroleum 30 persen dan British Petroleum 30 persen.

Penemuan sumber migas yang besar di Andaman Blok II tersebut menjadi harapan baru bagi pemerintah untuk menghidupkan kembali kilang PT. Arun NGL, salah satu anak perusahaan Pertamina yang berada di Lhokseumawe Aceh Utara.

Apalagi PT Arun telah memiliki berbagai fasilitas yang siap untuk dioperasikan kembali. Saat ini sebagian besar fasilitas di Arun menganggur akibat pasokan gas di sekitarnya telah susut. Sehingga dengan adanya temuan sumber gas di wilayah Andaman, dapat kembali mengembalikan kejayaan PT. Arun NGL

Di sisi lain, potensi besar sumber daya gas di Blok Andaman juga diproyeksikan melebar ke perairan Thailand.  Belakangan Thailand juga tengah menggencarkan pencarian sumber daya gas yang melebar dari Blok Andaman.

Bagikan:

You must be logged in to post a comment.
Menu

    ×