bahaya k3

Bahaya K3 di Industri Migas

Bahaya K3 – Industri Minyak Bumi dan Gas atau sering disingkat menjadi Migas adalah salah satu industri yang paling penting karena industri inilah yang menghasilkan energi untuk memenuhi konsumsi energi dunia yang terus meningkat. Industri migas secara umum melakukan lima tahapan kegiatan, yaitu eksplorasi, produksi, pengolahan, transportasi, dan pemasaran. Industri migas ini memiliki risiko tinggi di sektor hulu, yaitu pada kegiatan pengelolaan dan pengeboran. Seperti yang kita ketahui, kegiatan eksplorasi dan produksi migas termasuk ke dalam kategori aktivitas dengan tingkat bahaya tinggi, sementara itu lingkungan operasi di lautan lepas juga mengandung potensi bahaya yang juga tergolong tinggi. Dengan dua sumber bahaya sekaligus, yaitu proses sistem dan marine hazards, boleh disimpulkan bahwa operasi minyak lepas pantai, merupakan operasi dengan risiko yang sangat tinggi. Namun, tidak hanya itu, sektor hilir yang mana pada prosesnya melakukan kegiatan pengolahan dan distribusi juga memiliki risiko yang tak kalah tingginya.

  1. Faktor-faktor bahaya K3 pada industri Migas
  • Proses Produksi

Bahaya proses produksi dari pekerjaan pabrik minyak dan gas adalah potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh beberapa kegiatan yang dilakukan dalam proses produksi, yang sangat bergantung dari: bahan dan peralatan yang dipakai, kegiatan serta jenis kegiatan yang dilakukan. Potensi bahaya keselamatan terdapat pada alat/mesin, serta bahan yang digunakan dalam proses produksi, seperti forklift (tertabrak), gancu (tertusuk), pallet (tertimpa), dan bahan baku (tertimpa, terjatuh dari tumpukan bahan baku), feed additive (kerusakan mata akibat terkena debu feed additive), cutter, mesin bubut/las (kerusakan mata akibat terpercik geram, lecet akibat terkena part panas, dan kerusakan paru-paru akibat terhirup debu las), luka bakar akibat kebocoran gas, terjepit part, semburan panas dari blow down otomatis. Kecelakaan kerja pada pabrik minyak dan gas biasanya pada pengeboran yang berhubungan dengan semburan gas yang tak terduga  dari sumur akibat tekanan yang  tinggi. Secara garis besar ada dua kategori utama kecelakaan pengeboran, pertama adalah memancarnya hidrokarbon yang intens dan berkepanjangan, kedua adalah tumpahan hidrokarbon dan semburan gas selama operasi pengeboran.

  • Bahaya Kimia

Dalam proses produksi kilang minyak menggunakan bahan-bahan kimia yang terkadang berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan manusia serta lingkungan hidup. Potensi bahaya ini dapat memasuki atau mempengaruhi tubuh tenaga kerja melalui : inhalation (melalui pernafasan), ingestion (melalui mulut ke saluran pencernaan), skin contact (melalui kulit). Terjadinya pengaruh potensi kimia terhadap tubuh tenaga kerja sangat tergantung dari jenis bahan kimia atau kontaminan.

  • Faktor Kondisi Tidak Aman, Tindakan Tidak Aman, Sistem Manajemen

Setiap kecelakaan tidak terjadi begitu saja, tetapi terdapat faktor penyebabnya. Apabila faktor tersebut dapat kita ketahui, maka kita dapat melakukan pencegahan ataupun penanggulangan terhadap kecelakaan tersebut.

Baca Juga:

Penyebab utama kecelakaan adalah :

  1. Kondisi tidak aman (unsafe condition)

Hal ini berkaitan dengan mesin / alat kerja seperti mesin yang rusak ataupun tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu kondisi tidak aman juga dapat berupa kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung, seperti penerangan yang kurang, keadaan bising, kebersihan maupun instalasi yang kurang baik. Kondisi tidak aman juga dapat diakibatkan oleh metode/proses produksi yang kurang baik, Pengaman yang tidak sempurna, Peralatan kerja yang rusak, Tata kelola (housekeeping) yang jelek,  Penerangan yang kurang,  Lingkungan kerja dengan paparan B3 atau radiasi,  Lingkungan kerja dengan kebisingan tinggi,  Tempat kerja yang kotor dan licin

  1. Tindakan tidak aman (unsafe act)

Tindakan tidak aman ini lebih berkaitan terhadap personal pekerja, antara lain: menggunakan peralatan yang kurang baik, sembrono dalam bekerja, tidak menggunakan alat pelindung diri maupun menjalan sesuatu tanpa wewenang, mengoperasikan mesin/peralatan yang bukan menjadi tanggung jawabnya, menggunakan peralatan yang tidak sesuai, bekerja sambil bergurau, bersikap acuh/masa bodoh, bekerja dalam kondisi mabuk, tidak mentaati prosedur/peraturan, melepaskan alat pengaman, menjalankan mesin melebihi kecepatan yang ditetapkan, mengangkat/mengangkut berlebihan, tidak memakai alat pelindung diri.

  1. Kelemahan sistem manajemen

Kelemahan sistem manajemen ini seringkali terkait dengan sistem prosedur kerja yang tidak jelas ataupun tidak adanya standar yang dapat menjadi acuan bagi pekerja dalam melakukan kegiatan kerja nya.

Dari faktor-faktor di atas, tentunya akan berpengaruh pula pada lingkungan kerja dan lingkungan hidup sekitarnya. Bagi para pekerja sendiri tentunya akan berakibat cedera jika kecelakaan yang terjadi sangat fatal, sedangkan bagi lingkungan hidup akan terjadi gangguan keseimbangan ekosistem bahkan penurunan kualitas lingkungan hidup. Penurunan kualitas lingkungan ini biasanya disebabkan oleh adanya bahan sisa proses produksi yang masih mengandung zat kimia berbahaya. Zat kimia berbahaya ini tidak hanya terjadi akibat dari kecelakaan industri, namun bahkan lebih sering sebagai akibat dari sistem pengolahan limbah industri yang tidak baik.

  • Faktor Risiko Lain

Adapun faktor risiko lain yang sering dijumpai pada pabrik minyak dan gas adalah sebagai berikut :

  1. Ledakan

Ledakan dapat menimbulkan tekanan udara yang sangat tinggi disertai dengan nyala api. Setelah itu akan diikuti dengan kepulan asap yang berwarna hitam. Ledakan merambat pada lobang turbulensi udara akan semakin dahsyat dan dapat menimbulkan kerusakan yang fatal.

2. Kebakaran

Bila akumulasi gas-gas yang tertahan dalam eksplorasi lepas pantai mengalami suatu getaran hebat, yang diakibatkan oleh berbagai hal, seperti gerakan roda-roda mesin, tiupan angin dari kompresor dan sejenisnya, sehingga gas itu terangkat ke udara (beterbangan) dan kemudian membentuk awan gas dalam kondisi batas ledak (explosive limit) dan ketika itu ada sulutan api, maka akan terjadi ledakan yang diiringi oleh kebakaran.

3. Badai pada area eksplorasi

Cuaca pada kegiatan eksplorasi lepas pantai sangat menentukan berjalannya suatu proses penambangan minyak. Dimana pada saat cuaca buruk dapat menimbulkan badai pada areal di sekitar eksplorasi .

  • Bahaya Khusus Yang Timbul Dari Crude Oil

Crude oil adalah cairan gelap, lengket, highly flammable, dan dapat dibakar untuk menghasilkan energi. Bersama dengan natural gas, crude oil merupakan sumber bahan bakar yang sangat dahsyat dan strategis. Bahaya yang perlu mendapat perhatikan di samping hal-hal umum juga tentang adanya bahaya peledakan crude oil yang tinggi. Uap dan gas mudah meledak dan menimbulkan asap racun. Crude Oil juga mengandung sulfur yang tinggi yang dapat menimbulkan bahaya.

  1. Pencegahan terhadap bahaya pabrik minyak dan gas

  Setelah melihat proses yang terjadi pada suatu kilang minyak dan potensi bahaya yang terjadi pada kilang minyak, maka secara keseluruhan pencegahan kecelakaan yang diperlukan adalah :

  1. Peraturan yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan perencanaan industri
  2. Standarisasi, baik dalam perlakuan bahan baku industri, pengadaan alat pengamanan, maupun dari hasil limbah yang dihasilkan agar tidak mengganggu kualitas lingkungan
  1. Dilakukan pelatihan dan tindakan persuasif bagi pengusaha dan pekerja sehingga diharapkan dapat lebih berhati – hati dalam melakukan pekerjaan terutama yang menggunakan peralatan ataupun bahan kimia yang dapat membahayakan diri sendiri maupun lingkungan.

Petrotraining OMC memberikan solusi bagi perusahaan anda untuk terciptanya Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang berstandar Internasional, dengan mengadakan Training K3 Migas. Untuk Informasi pelatihan lainnya dapat lihat di sini.

Bagikan:

You must be logged in to post a comment.
Menu

    ×