Sertifikasi BNSP Industri Migas

Training Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S BNSP

Program pembinaan dan uji kompetensi untuk personel yang bertugas mengenali, mengendalikan, dan menangani risiko gas Hidrogen Sulfida (H2S) di area kerja migas, petrochemical, geothermal, refinery, dan fasilitas berisiko gas beracun.

Kenapa training ini penting

Apa itu Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S?

Gas H2S adalah gas beracun yang dapat muncul pada kegiatan eksplorasi, produksi, pengolahan, storage, dan pekerjaan maintenance di industri energi. Risiko utamanya bukan hanya paparan langsung, tetapi juga keterlambatan deteksi, penggunaan alat pelindung yang tidak tepat, dan respons darurat yang tidak terkoordinasi.
Training Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S BNSP membantu peserta memahami karakteristik bahaya H2S, menerapkan peraturan K3LL, memilih APD yang sesuai, menggunakan SCBA, mengoperasikan alat uji gas, melakukan tindakan penyelamatan diri, serta memberikan pertolongan awal pada korban kecelakaan. Untuk perusahaan, sertifikasi ini membantu memastikan personel yang ditugaskan di area berisiko memiliki kompetensi yang dapat dibuktikan melalui skema sertifikasi nasional dan asesmen oleh asesor yang berwenang.
H2S awareness K3LL Migas SCBA Gas detector Self rescue First response
Petugas migas menggunakan alat deteksi gas H2S di area kerja industri
Materi disusun untuk menjembatani pengetahuan teknis, praktik penggunaan alat, dan kesiapan asesmen kompetensi.
Materi yang dipelajari

Kompetensi inti untuk area kerja berisiko H2S

Materi dibuat padat untuk membantu peserta siap menghadapi kondisi lapangan sekaligus memahami bukti kompetensi yang dibutuhkan saat asesmen.
01

Regulasi K3LL Migas

Penerapan peraturan, tanggung jawab kerja, prosedur izin kerja, dan disiplin keselamatan di area dengan potensi gas beracun.
02

Bahaya Gas H2S

Sifat H2S, jalur paparan, efek kesehatan, batas aman, deteksi awal, dan strategi pencegahan pajanan di tempat kerja.
03

APD dan SCBA

Pemilihan APD, pemeriksaan kelayakan alat, prosedur penggunaan SCBA, serta praktik penggunaan sesuai skenario.
04

Alat Uji Gas

Prinsip pengoperasian gas detector, bump test, pembacaan indikator, pencatatan hasil, dan respons terhadap alarm.
05

Self Rescue

Teknik menghindarkan diri dari bahaya H2S, jalur evakuasi, muster point, komunikasi darurat, dan koordinasi tim.
06

Pertolongan Korban

Tindakan awal pada korban kecelakaan, pengamanan lokasi, prinsip bantuan darurat, dan pelaporan insiden.
Skema asesmen

Unit Kompetensi Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S

Unit berikut menjadi acuan umum pada program sertifikasi Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S industri minyak dan gas.
IMG.HS01.001.01Menerapkan Peraturan dan Perundangan K3LL
IMG.HS02.001.01Menggunakan Alat Pelindung Diri
IMG.HS02.002.01Menggunakan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA)
IMG.HS02.003.01Mengoperasikan Alat Uji Gas
IMG.HS02.004.01Menghindarkan Diri dari Bahaya Gas H2S
IMG.HS03.001.01Melakukan Pertolongan pada Korban Kecelakaan
Catatan: detail skema, persyaratan bukti portofolio, lokasi TUK, dan jadwal uji kompetensi dapat berubah mengikuti ketentuan LSP/TUK serta kebutuhan perusahaan.
Format program

Pilih jalur training sesuai kebutuhan peserta

Petro Training Asia dapat membantu peserta publik maupun perusahaan memilih format yang sesuai dengan lokasi, jumlah peserta, kesiapan dokumen, dan target jadwal mobilisasi kerja.

Kelas publik terjadwal

Rekomendasi untuk peserta individu atau tim kecil yang ingin mengikuti pembinaan, pra-asesmen, dan asesmen dalam jadwal yang sudah tersedia.
  • Durasi umum 3 hari.
  • Materi teori dan praktik penggunaan alat.
  • Pendampingan persiapan dokumen peserta.
  • Konfirmasi jadwal dan kuota melalui tim Petro Training Asia.

Training in-house perusahaan

Cocok untuk perusahaan yang ingin menyelaraskan materi dengan SOP, area kerja, jadwal shutdown, atau kebutuhan mobilisasi proyek.
  • Waktu dan lokasi dapat didiskusikan.
  • Dapat disesuaikan untuk batch peserta perusahaan.
  • Briefing kebutuhan dokumen dan fasilitas praktik sejak awal.
  • Proposal disusun berdasarkan jumlah peserta dan lokasi pelaksanaan.

Persiapan dan uji kompetensi

Asesmen mengumpulkan bukti kompetensi peserta melalui portofolio, asesmen mandiri, uji tertulis, lisan, dan praktik sesuai skema.
  • Pra-asesmen dan asesmen mandiri.
  • Cek portofolio dan dokumen pengalaman kerja.
  • Uji tulis, lisan, dan praktik.
  • Rekomendasi kompeten atau belum kompeten ditentukan oleh asesor.
Alur pelaksanaan

Dari konsultasi kebutuhan sampai rekomendasi asesmen

Langkah 1Konsultasi jadwal, lokasi, jumlah peserta, dan kebutuhan perusahaan.
Langkah 2Pengumpulan persyaratan peserta dan konfirmasi kesiapan dokumen.
Langkah 3Pembinaan teori, praktik alat, pra-asesmen, dan simulasi.
Langkah 4Uji kompetensi dan rekomendasi hasil asesmen oleh asesor.
Siapa yang perlu ikut

Peserta yang relevan untuk training H2S BNSP

  • Petugas H2S, HSE officer, HSE supervisor, HSE coordinator, dan safety man.
  • Operator, teknisi, maintenance crew, inspector, dan pekerja area migas yang berpotensi terpapar H2S.
  • Kontraktor drilling, production, refinery, petrochemical, geothermal, tank cleaning, confined space, dan shutdown project.
  • Perusahaan yang membutuhkan pembuktian kompetensi personel untuk standar K3LL dan persyaratan proyek.
Persyaratan umum

Dokumen yang biasanya disiapkan

  • Identitas diri seperti KTP, paspor, atau KITAS.
  • Ijazah pendidikan terakhir, umumnya minimal SMA/SLTA sederajat.
  • CV atau surat keterangan pengalaman kerja terkait K3/migas.
  • Surat tugas, surat rekomendasi, atau surat keterangan kerja jika tersedia.
  • Sertifikat pendukung K3 atau pelatihan terkait bila ada.
FAQ H2S BNSP

Pertanyaan yang sering diajukan

Durasi umum program adalah 3 hari, mencakup pembinaan/pelatihan, pra-asesmen, dan pelaksanaan uji kompetensi. Jadwal final mengikuti lokasi TUK, ketersediaan asesor, dan kebutuhan peserta.
Sertifikat kompetensi BNSP diberikan apabila peserta dinyatakan kompeten dalam asesmen. Hasil akhir ditentukan oleh asesor berdasarkan bukti portofolio, uji tulis, uji lisan, dan praktik.
Praktik dapat mencakup penggunaan APD, prosedur penggunaan SCBA, pengoperasian alat uji gas atau gas detector, tindakan menghindarkan diri dari bahaya H2S, dan pertolongan awal pada korban kecelakaan.
Bisa. Format in-house dapat didiskusikan berdasarkan jumlah peserta, lokasi, target jadwal, kebutuhan fasilitas praktik, dan kesiapan dokumen peserta.
Program ini relevan untuk petugas H2S, HSE, operator, teknisi, maintenance crew, kontraktor migas, dan personel yang bekerja di area dengan potensi gas H2S atau gas beracun lainnya.
Konsultasi jadwal dan biaya

Siapkan personel Anda untuk bekerja aman di area berisiko H2S

Hubungi Petro Training Asia untuk konfirmasi jadwal kelas publik, kebutuhan in-house, lokasi pelaksanaan, persyaratan peserta, serta proposal training dan sertifikasi BNSP.
Inquiry Welder SMAW Level I