Sertifikasi BNSP Migas

Training Rigger (Juru Ikat) BNSP untuk Operasi Lifting yang Aman

Program pembekalan dan asesmen kompetensi untuk personel yang bertugas mengikat, mengendalikan, memandu, dan melaporkan operasi pemindahan beban di area migas, konstruksi, manufaktur, pelabuhan, dan industri berisiko tinggi.

Durasi umum

Umumnya 3 hari, dengan komposisi pembekalan/pelatihan teknis dan asesmen kompetensi BNSP sesuai skema serta kesiapan dokumen peserta.

Fokus kompetensi

Pengikatan beban, pemindahan beban, komunikasi isyarat dengan operator, pengendalian beban, penerapan K3, dan pelaporan operasi.

Kelas fleksibel

Tersedia untuk peserta publik, private, dan in-house. Jadwal, lokasi, dan kebutuhan dokumen dapat dikonsultasikan langsung dengan tim Petro Training Asia.

Apa itu Training Rigger (Juru Ikat) BNSP?

Rigger atau juru ikat adalah personel yang memiliki keterampilan khusus dalam menyiapkan pengikatan barang, memilih alat bantu angkat, membantu kelancaran operasi pesawat angkat, dan memastikan beban bergerak sesuai prosedur kerja aman.

Dalam pekerjaan lifting, kesalahan kecil pada pemilihan sling, shackle, hook, titik ikat, komunikasi aba-aba, atau pengendalian beban dapat menyebabkan kerusakan peralatan, cedera, bahkan kecelakaan fatal. Sertifikasi BNSP membantu perusahaan memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Rigging safetySling & shackleSignalmanLoad controlPesawat angkatAsesmen BNSP
Peserta training rigger mempraktikkan teknik pengikatan beban yang aman

Mengapa rigger perlu sertifikasi BNSP?

Program ini membantu peserta dan perusahaan memenuhi kebutuhan kompetensi, kepatuhan K3, serta pengendalian risiko pada pekerjaan angkat angkut.

Mengurangi risiko lifting

Peserta memahami penyebab kecelakaan rigging, cara memilih alat bantu angkat, batas beban kerja aman, dan tindakan pencegahan sebelum operasi dimulai.

Memenuhi standar kompetensi

Sertifikasi kompetensi membantu perusahaan menunjukkan bahwa personel telah dinilai oleh asesor berdasarkan skema dan unit kompetensi yang relevan.

Meningkatkan koordinasi kerja

Rigger dilatih berkomunikasi dengan operator crane, supervisor, dan tim lapangan agar proses pemindahan beban berjalan aman, tertib, dan produktif.

Materi dan unit kompetensi yang dipelajari

Materi dirancang untuk menguatkan keterampilan teknis rigging, penerapan K3, dokumentasi kerja, dan kesiapan peserta menghadapi asesmen.

  • IMG.PA01.001.01 – Melaksanakan K3 di tempat kerja.
  • IMG.PA01.002.01 – Melakukan kerja sama dengan teman kerja.
  • IMG.PA01.003.01 – Melaksanakan K3 di industri migas.
  • IMG.PA02.041.01 – Mempersiapkan pengikatan beban.
  • IMG.PA02.042.01 – Melaksanakan operasi pemindahan beban.
  • IMG.PA02.043.01 – Menghentikan operasi pemindahan beban.
  • IMG.PA02.044.01 – Membuat laporan penggunaan pemindahan beban.
  • IMG.PA03.008.01 – Mengikat macam-macam beban.
  • Kebijakan dan dasar K3 pada pekerjaan lifting, rigging, dan area kerja berisiko tinggi.
  • Pengenalan sling serat, sling rantai, wire rope sling, shackle, hook, spreader, dan alat bantu angkat lainnya.
  • Perhitungan berat beban, titik berat, sudut sling, kapasitas angkat, SWL/WLL, dan faktor keselamatan.
  • Teknik pengikatan, pelepasan, pengendalian beban, serta pemilihan metode ikat sesuai bentuk material.
  • Tanda isyarat, aba-aba, dan komunikasi efektif antara rigger, signalman, operator, dan pengawas lapangan.
  • Review portofolio dan bukti kerja peserta sesuai persyaratan skema.
  • Pembekalan teori, diskusi kasus, simulasi, dan praktik pengikatan beban.
  • Pra asesmen untuk memastikan peserta memahami proses uji kompetensi.
  • Asesmen oleh asesor melalui metode yang dapat mencakup wawancara, ujian tertulis, observasi, atau praktik.
  • Rekomendasi kompeten atau belum kompeten ditentukan berdasarkan hasil asesmen dan kelengkapan bukti.

Alur pelaksanaan program

Format dapat disesuaikan untuk kelas publik, private, atau in-house perusahaan.

1

Konsultasi kebutuhan

Tim membantu mengonfirmasi jumlah peserta, lokasi, jadwal, target sertifikasi, dan kebutuhan dokumen awal.

2

Pembekalan

Peserta mengikuti materi K3, alat bantu angkat, prosedur rigging, komunikasi isyarat, dan dasar operasi pemindahan beban.

3

Praktik dan simulasi

Latihan pemilihan alat, pengikatan, pengendalian beban, inspeksi visual, dan skenario komunikasi dengan operator.

4

Asesmen BNSP

Peserta mengikuti uji kompetensi sesuai skema dan menerima hasil rekomendasi berdasarkan penilaian asesor.

Siapa yang perlu mengikuti Training Rigger BNSP?

Training ini relevan untuk personel yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pekerjaan angkat angkut dan pengikatan beban.

  • Juru ikat/rigger, signalman, banksman, dan personel lifting crew.
  • Operator crane, hoist, pesawat angkat, serta personel yang harus memahami komunikasi rigging.
  • Supervisor, foreman, mandor, HSE officer, dan pengawas pekerjaan angkat angkut.
  • Kontraktor dan perusahaan di sektor migas, konstruksi, manufaktur, pelabuhan, pertambangan, logistik, dan maintenance.

Persyaratan umum peserta

  • Identitas diri seperti KTP atau paspor.
  • Ijazah terakhir sesuai ketentuan skema/LSP.
  • CV, surat tugas, atau surat keterangan pengalaman kerja bila diperlukan.
  • Pas foto terbaru dan dokumen pendukung K3 atau rigging jika ada.
  • Kondisi kesehatan layak untuk mengikuti aktivitas praktik lapangan.

Persyaratan final dapat berubah mengikuti skema sertifikasi, LSP, lokasi pelaksanaan, dan kebutuhan asesmen terbaru.

Fasilitas program

Fasilitas dapat disesuaikan dengan format pelaksanaan, lokasi, dan kebutuhan perusahaan.

Instruktur dan asesor

Pembekalan oleh praktisi/instruktur berpengalaman dan asesmen oleh asesor sesuai ketentuan skema sertifikasi.

Materi dan praktik

Modul, latihan studi kasus, simulasi rigging, serta penguatan pemahaman alat bantu angkat dan prosedur kerja aman.

Sertifikat kompetensi

Peserta yang dinyatakan kompeten berhak memperoleh sertifikat kompetensi sesuai mekanisme dan ketentuan BNSP/LSP.

FAQ Training Rigger (Juru Ikat) BNSP

Jawaban ringkas untuk pertanyaan yang paling sering muncul sebelum pendaftaran.

Berapa lama Training Rigger BNSP?

Durasi umum adalah 3 hari. Pada beberapa skema, pembekalan dapat berlangsung 2 hari dan asesmen 1 hari. Jadwal final akan mengikuti kesiapan peserta, lokasi, dan ketentuan LSP.

Apa perbedaan rigger, juru ikat, dan signalman?

Rigger atau juru ikat berfokus pada pengikatan, pemilihan alat bantu angkat, dan pengendalian beban. Signalman atau banksman menekankan komunikasi aba-aba kepada operator. Dalam praktik lapangan, kompetensi ini sering saling terkait.

Apakah training ini cocok untuk kelas in-house perusahaan?

Ya. Program dapat disesuaikan untuk kebutuhan in-house dengan mempertimbangkan jumlah peserta, lokasi kerja, jenis beban, alat angkat yang digunakan, dan target jadwal perusahaan.

Dokumen apa yang perlu disiapkan?

Umumnya peserta menyiapkan KTP, ijazah terakhir, CV atau surat pengalaman kerja, surat tugas bila ada, pas foto, dan dokumen pendukung K3/rigging. Tim Petro Training Asia akan membantu mengonfirmasi daftar terbaru sebelum pendaftaran.

Bagaimana cara inquiry jadwal dan biaya?

Kirim kebutuhan training, jumlah peserta, lokasi, dan target waktu melalui WhatsApp utama Petro Training Asia. Tim kami akan membantu konfirmasi jadwal, fasilitas, dan dokumen yang diperlukan.

Konsultasikan kebutuhan Training Rigger BNSP perusahaan Anda

Petro Training Asia membantu peserta publik maupun in-house memilih skema pelatihan, menyiapkan asesmen, dan memastikan program sesuai kebutuhan operasi lifting di lapangan.

Inquiry Welder SMAW Level I